2019 Ganti Anggota DPR

2019 Ganti Anggota DPR
House of Commons, United Kingdom | Wikipedia

Gerakan 2019 Ganti Anggota DPR kiranya patut. Hampir tidak ada alasan untuk kita menolak. Sebab parlemen hari ini, nyata, dikuasai oleh mayoritas politisi yang gemar membolos. Malas bekerja. Amanat konstitusi mereka abaikan.

Satu contoh. Kemarin, saat DPR RI gelar rapat paripurna pembukaan Masa Persidangan II tahun 2018-2019, banyak anggota DPR yang absen. Sebagian besar lainnya memilih tidak ikut alias bolos. Yang tercatat bolos di sidang pasca-reses sebanyak 310 orang (40 di antaranya mengajukan izin). Yang hadir cuma 250 orang saja.

Tentu ini bukan kali pertama terjadi. Sudah terlalu sering kita saksikan bagaimana ruang sidang DPR melulu dipenuhi bangku-bangku kosong, kursi-kursi tak berpenghuni. Layar-layar televisi maupun media-media cetak/digital kerap menampilkannya.

Yang lebih fenomenal, tepat 29 Agustus 2018, ruang sidang itu tampak seperti rumah hantu. Padahal saat itu digelar sidang paripurna untuk memperingati HUT DPR RI yang ke-73, tetapi yang hadir cuma 168 orang! Sisanya, 392 anggota dewan, bolos. Artinya, yang hadir cuma sebesar 30 persen saja.

Fakta menggelikan itu kemudian berusaha diredam. Muncul sejumlah pembelaan bahwa kosongnya ruang sidang disebabkan oleh kesibukan anggota DPR di dapil masing-masing. “Kunjungan kerja,” katanya. Benarkah begitu?

Temuan survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS, 2017) membuktikan, sekitar 95 persen konstituen tidak pernah ikut dalam kegiatan kunjungan kerja anggota DPR. Di masa reses, tidak pernah ada komunikasi antara konstituen dengan anggota DPR yang datang dari dapilnya. Dengan kata lain, selama masa reses, anggota DPR tidak ada di dapilnya untuk menemui dan menyerap aspirasi masyarakat yang mereka wakili.

Jadi, selain gemar membolos, wakil rakyat kita di parlemen sana ternyata juga malas berkunjung ke dapil. Padahal sidang itu sangat penting, momentum bagi anggota DPR untuk menyuarakan aspirasi. Pun demikian dengan kunjungan ke dapil, jadi arena para politisi menyerap aspirasi.

Jika begini terus keadaannya, maka alasan apa lagi bagi kita untuk menolak gerakan 2019 Ganti Anggota DPR? Mereka mendapat gaji pokok dan berbagai uang tunjangan, yang diperkirakan mencapai total 2-3 miliar per tahunnya. Tetapi mereka tidak bekerja sesuai tuntutan kerja yang diamanatkan, tidak profesional, benar-benar tidak menjadi wakil rakyat yang baik. Maka 2019 Ganti Anggota DPR menjadi patut.

Bro & Sis, sudah saatnya bersih-bersih DPR. Kita wajib mengganti anggota DPR lama dengan anggota DPR baru yang lebih segar, yang gesit, yang benar-benar mengabdi, dan yang anti main proyek. Agenda besar ini tidak akan pernah berhasil bila tanpa dukungan kita semua. Salam Solidaritas!

Latest posts by Rian Ernest (see all)