3 Urgensi Kehadiran UU Cipta Kerja

3 Urgensi Kehadiran UU Cipta Kerja
©Talenta

Nalar Politik – Ada 3 urgensi kehadiran UU Cipta Kerja. Di antaranya adalah mendorong penciptaan lapangan kerja, memudahkan pembukaan usaha baru; dan mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito. Ia meyakini bahwa UU Cipta Kerja benar-benar akan berdampak positif bagi iklim investasi, khususnya di sektor industri.

Pihaknya pun memproyeksikan bahwa pada 2021, sektor industri pengolahan non-migas pulih dan bangkit tumbuh positif karena perbaikan iklim investasi dan optimisme utilitas di sektor industri karena kehadiran UU Cipta Kerja.

“Tahun depan diharapkan bisa memulihkan pertumbuhan minus di sektor (industri) ini. Karena kita melihat kebijakan dan lahirnya UU Cipta Kerja berdampak sangat positif pada iklim investasi maupun optimisme utilitas sektor industri,” jelas Ignatius melalui keterangan tertulisnya, Senin (7/12).

Ia pun menilai kehadiran UU Cipta Kerja adalah kabar baik. Apalagi diketahui bahwa sektor industri menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Selama ini, menurutnya, sektor industrilah yang memberikan sumbangsih paling signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional dan serapan pada pekerja.

Untuk itu ia mengapresiasi upaya pemerintah menerbitkan UU Cipta Kerja. Konsep kemudahan berusaha dan perbaikan iklim investasi di dalamnya, bagi Ignatius, akan menggerakkan investasi di sektor industri.

“Kementerian Perindustrian sangat mengapresiasi terbitnya UU Cipta Kerja. Karena dengan memudahkan berusaha dan perbaiki iklim investasi akan menyebabkan percepatan penggerakan investasi di sektor industri dan menciptakan lapangan kerja di sektor industri.” [an]