40 Ribu Peserta OK OCE Hanya Pelintiran Angka

40 Ribu Peserta OK OCE Hanya Pelintiran Angka
Rian Ernest | Kompas TV

Nalar PolitikPolitikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest mengungkap pembohongan publik yang dicetuskan oleh Juru Bicara Partai Gerindra, Radit Pratama. Hal itu terkait angka peserta OK OCE di DKI Jakarta yang kata Radit kini menembus 40 ribu lebih yang sudah ikut pelatihan.

“40 ribu peserta itu hanya pelintiran angka. Padahal, 34 ribu dari itu baru sebatas daftar. Ini baru daftar lho. Masa tiba-tiba sudah jadi peserta gitu?” ungkap Rian.

Dalam program Sapa Indonesia Malam (Kompas TV), Rian pun sudah mengungkapkan hal yang sama. Bahwa angka 40 ribu peserta OK OCE yang Radit sampaikan itu sama sekali tidak benar. Hanya pelintiran angka.

“Memang ada angka 40 ribu (peserta OK OCE) yang seolah-olah sudah ok. Tapi, waktu kita lihat data di Kompas, dari 40 ribu, ternyata 34 ribu baru sekadar daftar,” terang Rian di acara bertajuk Pertarungan Adu Strategi Meraup Suara Milenial ini.

“Jadi, kalau Pak Sandi punya mimpi melahirkan pengusaha, saya hargai. Cuma, satu tahun kerja nih, satu dari 5 tahun kerja, hanya baru bisa 34 ribu. Itupun baru yang daftar,” tambahnya.

Belum lagi ketika bicara soal target pencapaian OK OCE. Dalam program kampanye Anies-Sandi, beber Rian sebagaimana tertera di situs Jakarta Maju Bersama, ada target 200 ribu pengusaha yang akan lahir di DKI Jakarta dalam kurun waktu 5 tahun.

“Sekarang bagaimana? Pak Sandi belum setahun, mundur. Bahkan Pak Sandi mengatakan pengusaha akan melahirkan pengusaha. Keren juga sih kalau Pak Sandi sudah berikan bukti konkret, lalu diangkat ke skala nasional. Kenapa gak? Tapi sekarang, belum ada bukti konkret. Milenial (pemilih) butuh bukti itu.”

Peserta OK OCE Lebihi Target

Sebelumnya, jubir sekaligus politikus Partai Gerindra Radit Pratama menyebut program OK OCE sudah berjalan mulus di DKI Jakarta. Angka pesertanya kini menembus 40 ribu, bahkan mencapai 48 ribu yang ikut pelatihan.

“Target kita per tahun itu 40 ribu. Dalam waktu kurang dari 10 bulan, kita sudah melebihi target itu,” jelas Radit.

Dasar pencapaian OK OCE inilah yang menurut Radit mendorong Sandiaga Uno untuk mengangkat program OK OCE ke level nasional. Bahwa di Pilpres 2019, bersama Prabowo Subianto, Sandi akan menjadi OK OCE sebagai program unggulan.

“Karena kita melihat di Indonesia ini masih kurangnya lapangan pekerjaan. Masih sulit untuk mencari pekerjaan. Dan saya melihat OK OCE ini adalah sebuah gebrakan, gerakan, program yang menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya.”

Ini pulalah yang dijadikan sebagai pembeda utama antara fokus kerja Prabowo-Sandi dengan kubu petahana.

“Pak Jokowi lebih membicarakan tentang makronya, infrastruktur, yang lebih jangka panjang. Sementara Pak Sandi itu melihat dan menyasar mikronya. Pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja melalui OK OCE, lalu memberikan akses permodalan kepada pengusaha-pengusaha pemula.”

*Tonton video selengkapnya di sini:

Benarkah peserta OK OCE capai 40 ribu lebih?