6 Kebijakan Utama Jokowi Atur APBN 2022

6 Kebijakan Utama Jokowi Atur APBN 2022
©Jokowi/FB

Nalar Politik – Sebagai upaya menghadapi ketidakpastian yang masih menaungi seperti pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, Presiden Jokowi meracik 6 kebijakan utama untuk mengatur penggunaan APBN 2022 mendatang.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir dan masih menjadi ancaman bagi Indonesia dan dunia, terutama dengan munculnya varian baru Omicron di sejumlah negara,” kata Jokowi dalam acara Penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2022, Senin (29/11).

Ia menegaskan bahwa Indonesia harus menunjukkan aksi nyata, komitmen pada green dan sustainable economy. Selain itu, memampukan APBN 2020 untuk mendorong kebangkitan ekonomi nasional dan mendukung reformasi struktural.

“Antisipasi dan mitigasi perlu disiapkan sedini mungkin agar tidak mengganggu kesinambungan program reformasi struktural dan pemulihan ekonomi nasional yang tengah dilakukan, termasuk dalam merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) 2022,” tambah Kepala Negara.

Dalam rancangannya, Jokowi menegaskan bahwa APBN 2022 harus responsif, antisipatif, dan fleksibel. Ia mengharapkan agar seluruh kebijakan yang ada selalu inovatif serta antisipatif terhadap berbagai kemungkinan perubahan.

“APBN 2022 harus dirancang responsif, antisipatif, dan juga fleksibel. Selalu berinovasi dan mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi dengan tetap menjaga tata kelola yang baik.”

Berikut ini adalah 6 kebijakan utama Presiden Jokowi dalam rangka mengatur APBN 2022 ke depan.

  1. Melanjutkan pengendalian Covid-19 (memprioritaskan sektor kesehatan).
  2. Menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial.
  3. Peningkatan sumber daya manusia yang unggul.
  4. Melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi.
  5. Penguatan desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antar-daerah.
  6. Melanjutkan reformasi penganggaran (menerapkan zero base budgeting).

“Sekali lagi, di tahun 2022, kita harus tetap mempersiapkan diri menghadapi risiko pandemi Covid-19 yang masih membayangi dunia dan negara kita, Indonesia. Ketidakpastian bidang kesehatan dan perekonomian harus menjadi basis kita dalam membuat perencanaan dan melaksanakan program.”

Baca juga: