Absen di Kabinet, Bukti PSI Dukung Jokowi Tanpa Pamrih

Absen di Kabinet, Bukti PSI Dukung Jokowi Tanpa Pamrih
©Uki23

Absennya PSI di Kabinet Indonesia Maju jadi bukti partai milenial ini dukung Jokowi tanpa pamrih.

Nalar Politik – Kabinet baru bernama Indonesia Maju telah terbentuk. Tepat 23 Oktober 2019, Presiden Jokowi mengumumkan sekaligus melantiknya.

Ada sejumlah nama-nama baru (21 orang) yang mengisi jajaran menteri, sebut misalnya Mahfud MD untuk Menko Polhukam, Prabowo Subianto untuk Menteri Pertahanan, Nadiem Makarim untuk Menteri Pendidikan, dan lain sebagainya. Terdapat pula nama-nama lama (17 orang), seperti Sri Mulyani yang tetap menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Salah satu yang jadi sorotan publik hari ini adalah absennya kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di kabinet. Padahal, diketahui, PSI merupakan satu dari sejumlah partai yang turut mendukung Jokowi untuk periode kedua.

Bahkan, di masa kampenye Pilpres 2019, nama-nama seperti Tsamara Amany dan Rian Ernest (kader PSI) ikut sebagai juru bicara pemenangan nasional. PSI terus memberi dukungan dan terbilang paling getol.

Sesal mungkin sesal. Tetapi absennya PSI di Kabinet Indonesia Maju bukan menjadi kekhawatiran berlebih. Pihaknya berucap bahwa itu bukti PSI dukung Jokowi tanpa pamrih.

“Kok malah di-bully bahwa tak ada kader PSI di jajaran menteri? Justru itu membuktikan sejak awal dukungan kami kepada Pak Jokowi adalah dukungan tanpa pamrih atau tekan-menekan. Kita woles aja, cuy, tanpa beban,” kicau kader PSI Dedek Prayudi via @Uki23.

Akun Twitter resmi PSI pun pernah menyampaikan hal senada. Saat salah seorang warganet mempertanyakan kenapa partai milenial yang getol mendukung Jokowi di masa kampanye ini malah tidak dilibatkan di jajaran menteri, pihaknya menjawab tidak masalah.

“Gak apa-apa, dong. Kan, memang gak pernah minta jatah? Dukung Pakde (Jokowi) tanpa pamrih, kok,” balas @psi_id.

Soal artikel berita pertemuan dengan Jokowi di mana PSI membawa 44 kader sebagai usulan calon menteri, @Uki23 mengklarifikasi.

“Padahal yang dikatakan adalah seperti ini (terlampir di bawah). Tapi disangka kami mendukung Pak Jokowi gak ikhlas cuma karena judul berita.”

Kami punya banyak anak muda yang berbakat di berbagai bidang lingkungan, hukum, dan ekonomi. Kalau Pak Jokowi melihat ada kriteria yang cocok, kita berkomunikasi. Tapi kami tidak dalam posisi aktif menyodorkan dalam kabinetnya.

Kalau beliau merasa berkenan, ya Alhamdulillah. Kalau enggak, ya juga enggak apa-apa. Kami akan tetap full support beliau, no matter what. [tw]

Baca juga: