Adaptasi, Kunci Sukses Partai Golkar

Adaptasi, Kunci Sukses Partai Golkar
┬ęDok. Pribadi

Salah satu kunci kesuksesan partai Golkar adalah kemampuannya melakukan adaptasi.

Secara matematis, mestinya Golkar sudah habis digilas dahsyatnya gelombang reformasi dan demokratisasi sejak 1998. Tapi di tangan Akbar Tanjung, Golkar tidak mati-mati, bahkan bangkit kembali hanya dalam satu putaran pemilu. Tahun 2004, partai beringin ini bahkan menjadi pemenang. Apa yang membuat itu terjadi?

Samar-samar air mukanya berubah. Dia keberatan dengan frasa “secara matematis, mestinya Golkar sudah habis.” “Itu asumsi,” katanya. Sepertinya saya salah memilih diksi di pertanyaan pembuka.

Lalu dia menjelaskan bagaimana dia berproses sebagai politikus. Dimulai dari aktivis mahasiswa, lalu menjadi ketua umum PB HMI, ketua KNPI, dan menjadi anggota DPR di usia muda. Tiga kali menjadi menteri. Jelas bukan politikus kemarin sore.

Berbekal pengalaman itu, dia memimpin partai yang diprediksi banyak orang akan hilang. Dengan cepat dia mengubah kekuatan utama politik Orde Baru itu menjadi partai. Pada deklarasi Golkar sebagai partai 1999, 150 ribu orang hadir. Dengan slogan Golkar dengan paradigma baru, partai ini bukan hanya berhasil bertahan, tapi juga menjadi pemenang pemilu dan sampai sekarang menjadi salah satu partai terbesar.

Dia menjelaskan bahwa salah satu kunci kesuksesan partai Golkar adalah kemampuannya melakukan adaptasi. Gelombang reformasi tidak menghancurkannya karena dengan cepat dia beradaptasi dengan menjadi partai yang mengakomodasi semangat reformasi, salah satunya dengan memperkenalkan sistem konvensi dalam penentuan calon presiden.

Namun yang paling menonjol tentu saja adalah bahwa partai ini relatif lebih egaliter. Tidak ada keluarga yang berkuasa penuh. Kekuasaan relatif tersebar.

Dia menyatakan bahwa Golkar adalah partai kebangsaan yang bersandar pada empat pilar. Partai ini tidak larut dalam semangat politik aliran, bahkan hadir sebagai antitesisnya. Radikalisme, buat dia, tidak punya tempat. Cita-cita besar partai Golkar adalah membawa suara publik melalui pembangunan.

Banyak hal yang dia utarakan. Ingatan pada detail peristiwa masih kuat. Pembicaraan yang dijadwalkan 1 jam, mengembang menjadi lebih dari 2 jam.

Menjelang pamit, dia berujar, “Yakin usaha sampai!”

Siap, abangda. Tetap sehat.

Baca juga:
Saidiman Ahmad
Latest posts by Saidiman Ahmad (see all)