Adventus: Apa yang Kita Harapkan?

Adventus: Apa yang Kita Harapkan?
©worldoftanks

Apa yang kita harapkan pada masa adventus ini?

Kedatangan juru selamat seperti apa yang sedang kita tunggu?

Jika kita diminta untuk berharap, harapan macam apa yang kita miliki saat ini ketika negara mengomersialisasikan kekerasan sebagai hiburan sekaligus menahan orang-orang tanpa prosedur hukum, mengebom Afganistan, Pakistan, Somalia, dan negara Timur Tengah lain, membunuh warga sipil secara teratur, menyerang privasi dan hak warga negara dengan cara memata-matai mereka?

Bagaimana mungkin seseorang memastikan adanya harapan persis ketika kekejaman dilakukan secara berkelanjutan mulai dari terorisme, krisis lingkungan, konflik dan berbagai bencana alam, hingga pandemi?

Di mana harapan ketika institusi hukum diizinkan menghukum korban pemerkosaan atau menangkap siswa karena melanggar aturan berpakaian, sambil pada saat yang sama membebaskan para bankir yang melakukan kejahatan keuangan yang secara harfiah merampok tabungan hidup masyarakat miskin melalui pinjaman online dan penyitaan aset?

Apa makna harapan di negara yang warga negaranya sulit mengemukakan pendapat secara bebas tentang perusakan massal terhadap ekonomi dan ekologi yang dilakukan oleh elite kaya dan klien yang mereka pekerjakan—bankir, manajer, agen penagihan, politisi, pelobi, dan produser media?

Bagaimana harapan bisa membuat perbedaan di sebuah negara di mana uang yang mendorong orang maju ke politik dengan biaya berapa pun tanpa menghormati kepentingan publik?

Bagaimana mungkin orang dapat membayangkan harapan di bawah rezim neoliberalisme yang keparat ini, di mana mekanisme dominasi tidak terbatas pada pasar tapi meluas ke semua aspek kehidupan sosial sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjadikan kebutuhan, keinginan, dan hakikat manusia sebagai instrumen pasar belaka?

Baca juga:

Menjawabi pertanyaan di atas, berarti menemukan alasan untuk merayakan Natal.

Mengapa?

Ya, karena harapan bukan fantasi individual atau pelarian dari kondisi dunia yang serba tak menentu.

Sebaliknya, harapan mesti menjadi kekuatan subversif yang memungkinkan siapa saja untuk peduli, mempertahankan dan memajukan martabat manusia dan lingkungan. Itu berarti harapan mesti dilihat sebagai “kondisi struktural”, sebagai janji akan masa depan yang lebih baik.

Alih-alih dilihat sebagai kecenderungan individu, harapan harus dimengerti sebagai bagian dari politik yang lebih luas, yang mengakui kondisi sosial, ekonomi, spiritual, dan budaya pada masa kini dan menciptakan beberapa jenis agensi dan politik demokratis di hari depan.

Hans Hayon
Latest posts by Hans Hayon (see all)