Aeronauts: Fisika dan Filsafat

Aeronauts: Fisika dan Filsafat
©Pinterest

“There are two ways to break a storm. One is to travel beneath it. The other, to travel above it”. The safest way is up. ~ Amelia Wren, Aeronauts (2019)

Petikan Amelia Wren yang diperankan oleh Felicity Jones di atas begitu indah, mendalam, dan sekaligus menantang bagi sebuah keteguhan pencarian dan penggalian ilmu pengetahuan yang disajikan apik dalam film Aeronauts (2019).

Napas fisika yang berpadu dengan filsafat begitu kental dalam film ini. Perubahan-perubahan materi dan energi yang sering dibicarakan dalam fisika merupakan salah satu tema yang populer dalam filsafat sejak Aristoteles hingga Mulla Sadra.

Fisika dan filsafat akan terus-menerus berusaha melakukan perubahan dunia. Sebagaimana disebutkan petikan sang pilot balon udara dalam film tersebut seperti di bawah ini:

We took to the skies in the name of discovery, to find something new, to change the world. But you don’t change the world simply by looking at it. You change it through the way you choose to live in it. ~ Amelia Wren

Fisika mempunyai arti historis dan kontemporer yang amat penting. Karena posisinya sebagai ilmu sains pertama yang berhasil disusun secara sistematis dan selalu dikawal ketat oleh filsafat.

Aeronauts (2019) merupakan film drama petualangan. Dibuat berdasarkan biografi seorang ilmuwan Inggris, James Glaisher, yang diperankan oleh Eddie Redmayne.

James Glaisher adalah seorang ilmuwan yang percaya bahwa cuaca dapat diprediksi (forecast). Sebagaimana yang telah diucapkannya pada sebuah petikan: “Sir, we are scientists, not fortune tellers. You’re talking about weather prediction” ~ Charles Green

Baca juga:

Ada beberapa bagian-bagian film yang menunjukkan implikasi yang erat hubungannya dengan filsafat. Bagaimanapun juga, filsafat memerlukan sains sebagai ujung tombaknya.

Saint tetap diperlukan oleh filsafat. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Mulla Sadra bahwa filsafat berkutat dalam hal-hal yang universal (kuliyat). Sementara, di sisi lain, sains berusaha dan mencoba mengupas dan membedah yang partikular (juziyat). Dan, tentunya hal ini berkonsekuensi bahwa yang partikular (juziyat) itu bisa saja mementahkan atau mendukung yang universal (kuliyat).

Tema-tema kausalitas adalah produk murni filosofis. Kemudian ditemukan secara efektif dan mendalam perdata dalam eksperimen-eksperimen sains di laboratoriumnya.

Dan, sains selalu mencoba menemukan sebab dari segala fenomena seperti apa yang dikeluh-kesahkan James Glaisher dalam film di bawah ini:

Good, because I’m looking for a fellow scientist. To understand the weather, Miss Wren, is to understand how to make ships and sailors safer, farms more productive, so we can prepare ourselves and our world for floods, for droughts, famines. We could save thousands of lives. I want to rewrite the rules of the air, Miss Wren. And I need your help. So will you help me? ~ James Glaisher

Dalam kisah nyata hidupnya, James Glaisher yang dilahirkan di London, Inggris, pada 7 April 1809 itu adalah seorang perintis meteorologi, aeronot, dan astronom. Persis sama dengan cerita di filmnya.

Untuk menguji hipotesis tentang ramalan cuacanya, ia menyewa pilot balon udara Amelia Wren yang diperankan oleh Jones guna membawanya naik ke angkasa. Media balon udara merupakan alat transportasi udara terdigdaya di tahun 1800-an.

Misi mereka juga akan membuktikan tentang lapisan dan kerapatan udara di ruang angkasa, seperti petikan James Glaisher: The science that says, with every layer of air, we are traveling into an unknown. So with every layer of air, we are traveling closer to the sun.

Baca juga:

Kenyataannya, relasi atau hubungan antara fisika dan filsafat bukanlah relasi atau hubungan yang semu. Namun, ia adalah relasi atau hubungan yang harmonis.

Pun, asumsi-asumi yang sering dilontarkan dalam fisika adalah selalu dan berupa filosofis sebelum terjadi sebuah eksperimentalis. Hal itu keadaannya seperti percakapan pada bagian film berikut:

James Glaisher: Miss Wren, sorry, I’m a scientist, an astronomer and a meteorologist, and I…

Amelia Wren: A scientist, an astronomer, and a what?

James Glaisher: I believe that the weather can be predicted. Miss Wren, I need to make studies of the air. And I need to be in the air. And I need you to help me.

Konsep induksi dalam fisika juga merupakan konsep filosofis. Hal tersebut dikarenakan sifat khas yang mengandaikan keyakinan akan karakter universalnya dan sekaligus mengabaikan partikularitasnya.

Misi utama balon udara yang ditumpangi oleh James Glaisher dan Amelia Wren tersebut adalah untuk meneliti semua unsur-unsur pembentuk cuaca pada ketinggian yang pada saat itu mustahil dicapai oleh balon udara.

Kedua perintis ini melakukan perjalanan balon udara pertama yang penuh tantangan demi ilmu pengetahuan tentang cuaca. Mereka meneliti setinggi apa manusia dapat mencapai ketinggian maksimal tanpa bantuan tabung oksigen.

Kekuatan mental para petualang dan ilmuwan ini tergambar seperti ini: ‘You don’t change the world simply by looking at it. You change it through the way you choose to live in it.‘ ~ Amelia Wren

Dalam film Aeronauts ini, Anda akan dihibur dengan sorotan-sorortan kamera yang menakjubkan saat balon udara berada pada ketinggian tertentu. Kita akan menyaksikan segerombolan kupu-kupu. Sebuah anomali yang terlihat di ketinggian pada altitusi di atas 3000 mdpl, di mana masih ada serangga yang bertahan hidup.

Baca juga:

Sebagaimana hukum alam tentang ketinggian, mereka juga akan menghadapi macam-macam awan beserta keganasan cuacanya serta pengaruh gravitasinya.

Dengan melihat banyaknya tantangan dan risiko tersebut, penelitian dan misi mereka pada awalnya mendapat banyak kritik. Hingga ejekan dari Royal Society, sebuah komunitas ilmuwan di Inggris Raya yang didirikan oleh Robert Moray FRS yang seorang filsuf Skotlandia itu.

Naskah film ini ditulis oleh Tom Harper, sementara ceritanya ditulis oleh Tom Harper dan Jack Thorne. Film ini perdana di Festival Film Telluride pada 30 Agustus 2019 dan dirilis di Britania Raya pada 4 November 2019. Sedang penilaian berdasarkan Rotten Tomatoes, film ini memiliki rating 84%, 67 ulasan, dengan rating rata-rata 6,53/10.

Karena jenis petualangannya vertikal ke atas, maka tentumya tak jauh berbeda bahayanya dengan petualangan pendakian gunung. Sebagaimana petikan dalam film seperti tersebut di bawah ini.

Do you have any experience of frostbite, low air pressure, the mind-altering effects of a lack of oxygen to the brain? ~ Charles Green

Keduanya, baik Amelia Wren sebagai pilot balon udara dan James Gleisher, akan melewati death zone. Sebuah area yang terdapat pada ketinggian 8000m seperti halnya area yang sama pada gunung Everest yang berketinggian pada titik tersebut.

Dalam film tersebut, pada titik ketinggian death zone, mereka merasakan tekanan dan suhu udara yang sangat ekstrem. Oksigen yang tersedia hanya ada sekitar 30 persen dari oksigen yang biasa kita hirup pada ketinggian normal.

Awal derita ketika mulai pada ketinggian atas 2500m, mereka berdua menerima lebih sedikit asupan oksigen. Hingga mengalami pembengkakan otak yang dikenal sebagai HACE (High Altitude Cerebral Edema) dan (HAPE) High Altitude Pulmonary Edema. Kedua kondisi ekstrem ini merupakan pembunuh terbesar ketika orang menjelajah ke tempat yang lebih tinggi, yaitu di atas 2500m.

Dan, puncaknya, mereka mendapat serangan frostbite atau radang dingin. Kondisi di mana jaringan tubuh membeku dan rusak oleh paparan suhu rendah. Frostbite umumnya terjadi pada tangan, kaki, hidung, dan telinga.

Baca juga:

Yang menarik, film ini menampilkan sosok Amelia Wren (Felicity Jones) yang tidak nyata dalam kisah hidup sang ilmuwan yang sesungguhnya. Persona fiktif ini dimunculkan sebagai sosok pengganti peran Henry Trace Coxwell yang menemani James asli dalam perjalanan pada kisah nyatanya. Lakon fiktif ini juga tentunya juga dimaksudkan sebagai seduhan untuk hal-hal yang bersifat romantis tentunya

Secara keseluruhan, film ini memang layak mendapat pujian dari sisi sentilan filsafat dan fisikanya. Dan, satu lagi, film ini mengajarkan tentang perbedaan istilah antara aeronauts, astronauts,dan cosmonauts.

Aeronauts berarti seorang penjelajah yang terbang dengan balon udara, pesawat udara, atau pesawat terbang lainnya. Sedangkan astronaut dan cosmonauts adalah orang yang dilatih sejumlah program luar angkasa untuk memimpin, mengarahkan, menjalani ataupun melayani sebagai anggota awak pesawat ruang angkasa.

Dengan demikian, setiap astronautst adalah seorang aeronaut dan semua aeronauts tidak perlu menjadi astronauts atau cosmonauts.

Yudho Sasongko
Latest posts by Yudho Sasongko (see all)