Agama dan Perannya dalam Masyarakat

Agama dan Perannya dalam Masyarakat
©Facts of Indonesia

Agama lahir bukan untuk merusak. Ia ada untuk mengatur, memperbaiki setiap sendi hidup dan segala lini penghidupan masyarakat.

Jauh hari sebelum ini, Islam sudah datang dengan misi mulia itu. Melalui Muhammad, Islam terterap sebagai agama rahmatan lil alamin: membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua, seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan, jin, juga manusia.

Benar, semua orang sudah tahu. Sayang, tak semuanya tahu bagaimana menerapkannya secara adil nan bijak. Fakta bicara, seolah hendak menunjukkan sisinya yang berlainan.

Orang-orang (agamawan) yang seharusnya mengemban misi/amanah itu kerap menjadikannya ladang kepentingan. Mereka justru mengaburkan niat sucinya untuk kehidupan segenap makhluk Tuhan hanya demi kepentingan sepihak.

Bicara tentang agama tentu tak lepas dengan pengetahuan akan masyarakat. Keduanya saling bersinergis, punya keterkaitan di antara satu lainnya.

Hal ini terbukti dalam pengetahuan tentangnya yang pada dasarnya meliputi penulisan sejarah tentang fiqur nabi dalam mengubah tatanan sosial kehidupan umat, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat kehidupan, tentang Tuhan), sampai kepada pengalaman agama yang banyak orang perkenalkan.

Dari bukti-bukti pengetahuan ini, sangat bisa dikatakan, ia merupakan salah satu tempat mencari makna hidup. Ia yang kita yakini terlebih sebagai sumber motivasi tindakan individu dalam interaksi sosialnya. Olehnya, agama dan masyarakat tentu bukan merupakan hubungan yang seharusnya bersifat antagonis.

Sejatinya, apa yang menjadi aturan-aturan di dalamnya yang itu berlaku pada sistem sosial kemasyarakatan, menekankan pada hal-hal yang normatif. Ia harus mengisyaratkan kepada hal-hal yang sebaiknya serta seharusnya kita lakukan, baik oleh individu maupun masyarakat yang menganut sistem nilai yang terkandung di dalamnya.

Peran Agama dalam Masyarakat

Untuk mendiskusikan fungsi/peran agama dalam kehidupan masyarakat, tiga aspek ini penting ketahui, yang selalu kita pelajari dalam memahaminya, yakni kebudayaan, sistem sosial, dan kepribadian.

Ketiga aspek ini merupakan bagian kompleks fenomena sosial yang pengaruhnya dapat kita amati dalam perilaku manusia. Sehingga, timbul berbagai pertanyaan tentang sejauh mana fungsi lembaga keagamaan dalam memelihara sistem sosial yang berlaku, apakah lembaga tersebut terhadap kebudayaan adalah sebuah sistem yang tak terpisahkan, atau sejauh mana agama dapat mempertahankan keseimbangan pribadi dalam melakukan fungsinya.

Sejumlah pertanyaan di atas timbul karena sejak dulu hingga sekarang, agama masih kita amini sebagai sesuatu yang ada. Ia kita nilai punya fungsi, bahkan memerankan sejumlah di antaranya sejauh ini.

Perlu juga kita ketahui bahwa tiap manusia yang berbudaya pasti menganut berbagai nilai, gagasan, dan orientasi yang terpola. Tujuannya, yakni untuk memengaruhi perilaku tiap individu dalam bertindak sesuai konteks zamannya.

Jika kita menarik ke dalam teori fungsionalisme, agama di sini kita pandang sebagai penyebab sosial di mana membentuk berbagai lapisan sosial dalam masyarakat, perasaan tentang kegamaan, sampai kepada konflik-konflik sosial yang kerap terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Agama kita pandang sebagai lembaga sosial yang menjawab kebutuhan dasar yang dapat terpenuhi dari nilai-nilai duniawi. Hematnya, seorang fungsionalis memandang agama sebagai petunjuk bagi manusia untuk mengatasi diri dari ketidakpastian, ketidakberdayaan, dan kelangkaan. Agama ia pandang sebagai mekanisme penyesuaian yang paling dasar terhadap unsur-unsur tersebut.

Fungsinya dalam hal pemeliharaan masyarakat tentunya harus memenuhi sebagian kebutuhan mereka. Sebagai contoh, sistem kredit dalam masalah ekonomi di mana sirkulasi sumber kebudayaan suatu sistem bergantung pada kepercayaan yang terjalin antara manusia.

Bahwa mereka akan memenuhi kewajiban bersama dengan janji sosial di antara mereka. Ia juga menciptakan suatu ikatan bersama, baik antara individu-individu masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang mempersatukan mereka.

Halaman selanjutnya >>>