Ahok Mereguk Manisnya Madu Cinta

Ahok Mereguk Manisnya Madu Cinta

Ahok lebih dulu merebut dan memenangkan cinta itu. Ahok lebih dulu mereguk manisnya madu cinta itu.

Nalar Warga Bacalah kalimat Ahok dalam gambar tersebut: Mereka tidak serius bangun Jakarta; mereka hanya berpikir bagaimana mengalahkan saya.

Dan memang, mereka berhasil ‘mengalahkan’ Ahok, merebut kursi gubernur. Namun, apakah mereka sudah merasa yakin 100 persen mengalahkan Ahok?

Belum, dan nampaknya mereka belum merasa menjadi pemenang sesungguhnya. Sebab sekarang pun, nyaris semua program Ahok dianulir. Salah satunya adalah ‘ritual’ menerima sekaligus menyelesaikan masalah warga di Balai Kota diubah. Ini cuma salah satu contoh. Banyak lainnya.

Nampaknya prinsip ABA (Asal Bukan Ahok) semasa kampanye pilkada masih diteruskan sekarang. Ini karena mereka ingin ‘mengalahkan’ Ahok sampai ‘ke akar-akarnya’—dengan menganulir berbagai programnya.

Sayang, harga yang harus dibayar nantinya akan teramat mahal. Sebab berbagai program yang baik dan dianulir itu akan merugikan warga dan kota Jakarta.

Jikapun itu ‘berhasil’, tetap saja mereka tak akan menjadi pemenang sejati. Sebab cinta rakyat semakin hari semakin membuncah terhadap Ahok. Sedangkan puncak kepemimpinan itu pada muaranya adalah cinta rakyat.

Ahok lebih dulu merebut dan memenangkan cinta itu. Bahkan bukan hanya dari sebagian warga Jakarta, tapi juga menyebar ke berbagai pelosok negeri. Mako Brimob menjadi saksi membuncahmya cinta terhadap Ahok itu.

Ahok lebih dulu mereguk manisnya madu cinta itu.

*Herry Tjahjono

___________________

Artikel Terkait:
    Warganet
    Latest posts by Warganet (see all)