Aksi Kembali Gerakan Cinta Guru: Copot Kepala Dinas Pendidikan Sulbar

Aksi Kembali Gerakan Cinta Guru: Copot Kepala Dinas Pendidikan Sulbar
Seruan Aksi Aliansi Gerakan Cinta Guru Sulawesi Barat

Nalar PolitikAliansi Gerakan Cinta Guru Sulawesi Barat menyeru aksi kembali. Kali ini, salah satu tuntutan utamanya adalah copot Kepala Dinas Pendidikan Sulbar, Arifuddin. Ia dianggap telah menyalahgunakan wewenang dan jabatannya sebagai pengurus pendidikan di wilayah Sulbar.

“Kalau tidak becus, kami ingin ia dicopot saja. Percuma mempertahankan pejabat daerah yang tidak bekerja sesuai amanat UU,” terang Hairil Amri, salah satu penggerak aksi, yang juga merupakan Ketua Umum Ikama Sulbar Yogyakarta.

Secara umum, aksi kali ini masih akan menuntut dipenuhinya hak-hak Guru dan Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT). Semua OKP (Organisasi Kepemudaan) dan Organisasi Daerah yang masuk dalam Aliansi Gerakan Cinta Guru ini mengutuk keras Kepala Dinas yang keluar dari komitmen pada saat aksi pertama aliansi mereka.

“Beberapa pekan lalu, kami Aliansi Gerakan Cinta Guru melakukan aksi untuk menuntut hak GTT/PTT. Namun, sampai hari ini, belum menuai hasil sebagaimana tuntutan aliansi. Dan aksi ini akan lebih dahysat dari aksi sebelumnya.”

Dalam rencana gelaran aksi kembali ini, mereka meminta rekan-rekan semua, terutama yang tengah berada di Sulbar, untuk bersama-sama turun ke jalan. Mereka ingin semua ikut terlibat dalam upaya mengingatkan pemerintah yang hari ini sangat tidak adil terhadap guru dan pegawai tidak tetap di daerah.

“Mari kita turun, bersatu dengan gerakan rakyat yang lain. Ini momentum yang tidak bisa kita abaikan. Karena guru adalah pahlawan.”

Aksi dengan bentangan tema Guru adalah Pahlawan, bukan Budak Sang Penguasa ini juga meneriakkan tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Bahwa Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar harus mampu mengakomodir seluruh GTT/PTT di mana hak-haknya (gajinya) harus segera dibayarkan.

“Iya, selama 7 bulan, hak-hak mereka belum terbayarkan. Itu sebanyak 925 orang.”

Aksi ini sendiri akan melibatkan berbagai organisasi ekstra mahasiswa, seperti PMII, GMKI, GMNI, HMI, dan IMM wilayah Mamuju. Terlibat pula sejumlah organisasi berbasis daerah lainnya, yakni Ipmapus Cab Mamuju, Ikama Sulbar Yogyakarta, Ipma Mateng, Hitpa Matra Mamuju.

“Ke depannya akan bertambah, OKP dan beberapa organda. Teklap besok hari Rabu, 18 Juli 2018, dan hari aksi akan ditentukan pada teklap,” pungkasnya.

_____________

Baca juga: