Aktor Intelektual atau Auctor Intellectualis?

Aktor Intelektual atau Auctor Intellectualis?
©Gisicn

Aktor intelektual atau auctor intellectualis? Dua-duanya bisa kamu gunakan. Maknanya tergantung dari apa yang hendak kamu katakan.

Jika kamu ingin menamai “orang yang menggerakkan sesuatu, ide/gagasan”, kamu bisa menggunakan salah satu dari dua frasa itu. Hal ini berbeda jika yang ingin kamu labeli adalah “orang yang menciptakan ide/gagasan” tersebut, kamu hanya bisa memakai “Auctor Intellectualis”—belakangan diserap menjadi “Auktor Intelektualis”, bukan “Aktor Intelektual”.

“Menggerakkan” dan “menciptakan” jelas berbeda ranah. “Menggerakkan” adalah kata yang bersifat umum; bisa bermakna “memainkan”, bisa pula berarti “menciptakan”. Tetapi “menciptakan”, sebuah kata yang bermakna khusus, hanya berarti “menciptakan” atau “membuat sesuatu dari tiada menjadi ada”; tidak lebih!

Mari kita ambil satu contoh, misalnya di kasus pembunuhan aktivis HAM bernama Munir Said Thalib.

Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM), sejak 7 September 2020, bertepatan dengan 16 tahun peristiwa pembunuhan Munir, mengajukan permohonan ke Komnas HAM agar kasus tersebut ditetapkan sebagai pelanggaran HAM berat. Kemarin, 7 September 2021, permohonan yang sama kembali diajukan. KASUM khawatir, jika tidak demikian, berdasarkan Pasal 78 Ayat (1) Angka 4 KUHP, kasus ini akan kedaluwarsa (masa 18 tahun).

Dengan ditetapkannya pembunuhan Munir sebagai pelanggaran HAM berat, maka ada alasan untuk Komnas HAM membuat tim penyelidik ad hoc guna menuntaskan perkara ini. KASUM berharap, tim penyelidik segera menemukan auktor intelektualis-nya (pembuat/perancang ide atau otak di balik pembunuhan). Mereka yang telah diadili dalam kasus ini, duganya, hanyalah aktor lapangan, seperti eks pilot Garuda Indonesia dan eks Deputi V Badan Intelijen Negara.

Jadi, auctor intellectualis adalah orang yang membuat/menciptakan ide, sedangkan aktor intelektual adalah orang yang memainkan ide tersebut atas izin si pembuat/pencipta. Ibarat hubungan penulis naskah dengan pemain film; atau antara manusia dengan tuhan—eh, tuhan menciptakan atau diciptakan, ya?