Aku yang Kau Tinggalkan

Aku yang Kau Tinggalkan
©PosKata

Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu
Kepada cintamu pada waktu engkau menjadi belahan jiwaku

Bagaimana mungkin engkau meninggalkanku sendirian dan pergi ke negeri yang tiada kutahu adanya
Apa kecuranganku sehingga engkau meninggalkanku dan menjauh dari padaku?

Aku, engkau tinggalkan dalam getirnya hidup
Engkau tahu betapa sendunya hidupku tanpa dirimu

Ah, Kamu

Dalam tidur saja aku berhenti merindumu
dan dalam tidurku pun kamu hadir dalam mimpiku

Ah, kamu. Kamu telah menguasai pikiranku,
sehingga tak sedikit pun waktuku tanpa kehadiran dirimu

Mengenang Engkau

Setiap pagi adalah rindu yang datang bersama mentari
Hatiku kini remuk sebab tak lagi engkau menyapaku

Dulu, di saat ragamu masih kumiliki, tak sedikit pun jiwaku haus akan kehadiranmu
sebab hari-hariku adalah gurauanmu

Ingin sekali rasanya masih seperti kemarin
yang tak ada senyap
tak ada seduh
engkau seutuhnya aku miliki

Entah kenapa di saat jiwaku nyaman bersamamu
engkau lenyap di telan angin dan badai

Mengenangmu adalah luka yang tak terobati
sebab jiwaku masih belum menerima ketiadaanmu

Wanita yang Cantik itu

Setiap kali aku memandang raga yang berwajah manis itu
ingin sekali aku meramu cinta padanya.
Parasnya selalu membayang dalam anganku
ketika aku sedang memeluk hening.
Pesonanya membuat hatiku berdebar di kala mataku memeluk tubuhnya.

Lirikan demi lirikan kucoba mendalaminya
agar di balik kecantikannya aku dapat menemukan dirinya seutuhnya.

Betapa cantik engkau
wanita yang kulirik dalam diam.
Berapa lama lagi engkau membuatku tertegun ketika melihat dirimu?
Tidakkah engkau peduli dengan aku yang menikmatimu dalam diam?

Cukupkanlah dirimu bermanis-manis dengan senyuman manis
Sebab aku tak kuasa menahan hasratku untuk memiliki kecantikanmu dan cintamu

Rasa yang Terpendam

Deru gelombang menggulung rinduku bergemuruh
Menghempas rautmu tepat di pelupuk mataku
Ingin terus menggoyang anganku
untuk menjelajahi pelosok hatimu
tapi tanya menghantuiku: Mungkinkah?

Kenyataan mengharuskanku untuk membiarkan rasa ini pergi
Pergi bersama mentari
Mentari yang pernah mengajakku berkelana
Untuk meninggalkan luka-luka lama
untuk menjelajahi samudra hatimu
dan mengisi kekosongan liang hatimu

Tak ada penyesalan
hanya rasa yang masih tersimpan
Biarkan rasa ini bersemayam
sementara kau dan aku terus melangkah
mencari makna dan arti hidup masing-masing

    Jordi Sahat
    Latest posts by Jordi Sahat (see all)