Akuisisi Saham Freeport adalah Buah dari ‘Kerja, Kerja, Kerja’

Akuisisi Saham Freeport adalah Buah dari ‘Kerja, Kerja, Kerja’
Ilustrasi: IST

Nalar PolitikPenguasaan Indonesia atas saham Freeport sebesar 51 persen merupakan buah dari slogan “Kerja, Kerja, Kerja” pemerintahan Jokowi-JK. Tentu ini patut diapresiasi dan diacungi jempol, sebab merupakan prestasi Indonesia yang sangat luar biasa.

Menurut Dr D Wahyu Ariani, Dosen Fakultas Ekonomi UK Maranatha Bandung, penguasaan saham Freeport tersebut memberi sejumlah keuntungan. Pertama, dengan saham lebih dari separuh, besar kemungkinan akan ada peningkatan pendapatan, pusat maupun daerah.

“Diharapkan, partnership di antara PTFI (PT Freeport Indonesia) dan Inalum serta pemerintah, baik daerah dan pusat, akan mampu meningkatkan kepastian dalam lingkungan operasi, kualitas, dan nilai tambah industri pertambangan. Kondisi tersebut selanjutnya diharapkan  dapat meningkatkan pendapatan bagi Indonesia dan Papua,” terangnya dalam Saham Freeport (KR, 16/7)

Keuntungan kedua, yakni dividen (laba) 60 miliar dolar AS atau setara Rp861,8 triliun ke pemerintah. Itu jika masa operasinya habis pada tahun 2021, kemudian diperpanjang lagi sampai tahun 2041.

“Dengan kepastian investasi dan operasi hingga tahun 2041, PTFI memperkirakan manfaat langsung kepada pemerintah pusat dan daerah, serta dividen kepada Inalum dapat melebihi 60 miliar dolar AS.”

Selain itu, keuntungan lainnya dari penguasaan saham Freeport bagi Indonesia ini adalah kepastian iklim investasi nasional. Bahwa perundingan divestasi saham antara kedua belah pihak akan berpengaruh bagi iklim investasi dalam negeri.

“Hasil akhir yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak akan menjadikan investor lain lebih nyaman berinvestasi di Indonesia.”

Dan yang terakhir, penguasaan saham Freeport itu akan membuat sumber daya alam Indonesia tidak lagi dikuasai asing. Pengawasan terhadap PTFI akan dapat lebih transparan dan terkontrol dengan baik.

___________________

Artikel Terkait: