Alasan Ahok Masuk Politik: Kemiskinan Struktural Harus Kita Bereskan

Ia menegaskan tidak mungkin orang bisa mengubah semua ini, mentransformasi semuanya tanpa kekuasaan. Untuk memperoleh kekuasaan, mau tidak mau harus ikut politik.

“Kata bapak saya, kalau kamu mau melawan mereka, ya jadi pejabat. Di situ dasarnya saya masuk jadi pejabat, untuk supaya meratakan lapangan tanding. Supaya orang jujur, yang punya integritas, yang mau kerja keras itu tidak miskin selamanya. Generasi berikutnya, turunannya pun memiliki kesempatan punya pendidikan dan gizi yang baik.”

Pemerintah, harap Ahok, harus menjadikan ini sebagai kerja prioritas. Ketika lapangan tanding merata, bangsa Indonesia akan memiliki banyak orang hebat.

“Kalau cuma yang bisa sekolah baik, yang makan gizi baik hanya sekelompok anak orang kaya, atau sekelompok anak oknum pejabat, anak orang kaya yang tidak peduli dengan sosial, karena mungkin dia kaya dengan status quo, kaya dengan berkolusi dengan pejabat korup, bagaimana kita mengharapkan anak-anak cucu-cucunya mau berjuang untuk meratakan lapangan tanding?”

Ahok mengaku mencontohkannya saat kampanye. Ia mengaku selalu mengatakan bahwa perjuangannya bertujuan agar anak-anak orang miskin yang tidak punya pendidikan dan makanan yang baik bisa melawan anak-anaknya (anak pejabat) kelak.

“Kalau jadi pejabat itu kita disumpah untuk melakukan tugas panggilan kita. Fungsi pemerintah di situ bisa dilakukan, mewujudkan kebenaran berdasarkan konstitusi, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tentu dengan menegakkan perikemanusiaan. Itu prinsip yang harus dilakukan oleh pejabat.”

Baca juga: