Anak Kandung Kapitalisme Bernama Oligarki

Pada intinya, perang-perang yang terjadi di sebuah zaman dan di beberapa negara selama bertahun-tahun hingga berabad-abad sekian adalah bentuk dari berbagai kepentingan. Di antaranya kepentingan politik, kepentingan kekuasaan dan kepentingan sumber daya alam. Maka muncullah ideologi besar seperti kapitalisme; dan dengan munculnya kapitalisme, sehingga turunan-turunan seperti paham kolonialisme, neo-kolonialisme, dan imperialisme ini juga ikut muncul dalam tatanan globalisasi sebagai eksistensi daripada paham itu sendiri. Dan oligarki lahir dari paham-paham itu.

Di sisi lain, gerakan perlawanan muncul dari rakyat yang mengenyam pendidikan di luar negeri dengan ilmu-ilmu yang kita sebut sebagai Gerakan Kiri. Gerakan inilah yang kita sebut dengan komunisme, walaupun sebenarnya sejarah dari pencetus ide ini memiliki beberapa banyak versi; sebut saja tokoh besar gerakan kiri seperti Feuerbach, Karl Marx, Lenin, Hegel, hingga Mao Zedong sebagai tokoh gerakan kiri di Tiongkok kala itu.

Kapitalisme dan komunisme adalah dua ideologi besar yang saling berlawanan. Munculnya komunisme adalah bagian dari counter terhadap eksistensi kapitalisme yang menindas dan otoriter, memiskinkan dan membunuh manusia secara perlahan. Komunisme datang untuk menolak semua itu.

Menurut paham komunis bahwa sistem kapitalisme adalah sistem yang tidak adil. Adanya kasta borjuis dan proletar membuat keseimbangan dan strata sosial menjadi kacau. Sehingga komunisme melawan adanya kasta sosial atau sering kita sebut sebagai kelas sosial.

Komunisme memiliki cita-cita mulia yaitu menghilangkan sistem yang para kapitalis bentuk, yaitu dengan cara menghapus adanya kelas sosial dengan membuat wacana besar bahwa di antara manusia dengan manusia lainnya harus adaa kesetaraan atau egaliter. Kebutuhan dan kepemilikan komiditi ekonomi menjadi milik bersama. Tidak ada istilah si kaya dan si miskin, semuanya sama. Tidak pula adanya hierarki dalam sistem sosial.

Munculnya komunisme tidak dibiarkan begitu saja oleh para kapitalis. Paham komunis ini sangat berbahaya bagi para kapitalis karena berpotensi menghancurkan progres dan rencana mereka serta menghambat pengembangan kerja sama dengan berbagai negara yang sudah jatuh dalam genggaman kapitalisme.

Para kapitalis berencana melenyapkan komunisme dari dunia. Mereka membuat propaganda melalui agitasi di bidang pendidikan dan media massa. Mendiskreditkan komunisme dengan memanipulasi sejarah serta membentuk lembaga-lembaga yang diperkuat oleh militerisasi dan agen-agen intelijen dengan tujuan menghancurkan ideologi komunisme.

Dalam hal ini, negara-negara Barat yang paling keras bertindak seperti Amerika dan sekutunya membentuk terorisme dan separatisme seperti kelompok radikalis ISIS; membentuk lembaga aliansi negara Barat bernama NATO; membentuk agen intelijen CIA, negara boneka Israel, serta lembaga lainnya yang berkaitan dengan tujuan Amerika. Karena Amerika sebagai negara adidaya yang rakus dengan tujuan menguasai dunia di bawah kontrol para elite global.

Baca juga:

Ini adalah skenario konspirasi yang paling mulus dan bersifat sistematis, dengan membentuk opini publik melalui propaganda dan hegemoni. Tidak banyak yang sadar akan kejadian yang sebenarnya tentang konflik di berbagai belahan dunia. Beberapa media massa global terkuasai oleh elite global hampir 98 persen.

Sehingga mereka lebih menampilkan berita-berita tidak bermutu dan menyembunyikan fakta-fakta yang terjadi di dunia; menggiring paradigma publik untuk percaya pada apa yang terberitakan di media massa; membungkam semua kebenaran dengan mematikan akses pada media-media yang berani mengkritik dan mengungkap kebusukan dan kebiadaban para elite politik dan elite global.

Paling parah adalah ketika ada beberapa kelompok orang atau individu yang memiliki nyali bersuara dan lantang melawan tirani yang berseberangan dengan para globalis. Risiko bagi orang-orang itu adalah terbunuh dan tidak akan pernah terungkap siapa dalang dari pembunuhan itu.

Pusaran politik di Indonesia yang sekarang berada di bawah kendali kapitalisme melalui sistem oligarki. Ini adalah buntut sejarah kapitalisme di Indonesia sejak lengsernya Presiden Soekarno.

Soekarno adalah seorang nasionalis sejati yang tidak ingin kekayaan alam Nusantara jatuh ke tangan parakapitalis. Soekarno menggunakan ide-ide marxisme dalam membentuk pola pemikiran dan gerakan politiknya. Inilah yang tidak Amerika sukai.

Dengan adanya Soekarno sebagai pemimpin Indonesia yang berhaluan Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme), Amerika tidak bisa membangun bisnis besar di Indonesia khususnya di Papua untuk menambang kekayaan emas di sana. Amerika melalui agen intelijen CIA berkonspirasi dengan Soeharto dan jajaran militer yang tidak suka dengan gaya pemerintahan Soekarno; memanfaatkan konflik internal di kubu Militer Angkatan Darat; membuat skenario dengan mengambinghitamkan PKI sebagai dalang di balik kerusuhan dan kudeta pemerintahan Soekarno kala itu.

Langkah ini terbukti sukses dan membuat Soekarno jatuh dari kursi kepresidenan sehingga Soeharto dapat naik dan memangku jabatan presiden. Di sinilah awal mula pintu masuk kapitalisme terbuka lebar masuk ke Indonesia dan menguasai kekayaan emas di Papua dengan membangun perusahaan besar bernama PT Freeport.

Di sisi lain, ideologi komunisme dan marxisme dihapus dengan membunuh anggota dan simpatisan PKI; melarang ideologi ini bangkit kembali dengan terbentuknya TAP MPRS tentang pelarangan ajaran komunisme marxisme. Sehingga komunisme sebagai counter terhadap perkembangan kapitalisme lenyap begitu saja. Kapitalisme berhasil menguasai Indonesia melalui sistem oligarki yang dilegitimasi melalui undang-undang baru yang sudah disahkan.

Baca juga:

Oligarki adalah penyakit yang menggerus keutuhan bangsa dan membunuh moral masyarakat. Ia mematikan kemanusiaan dan membabi buta secara brutal dan agresif terhadap rakyat kecil. Kejatuhan Indonesia dalam genggaman kapitalisme menjadi pukulan berat bagi generasi selanjutnya. Mereka akan terus melawan bangsa sendiri, diadu-domba dan dimanipulasi dan dijajah secara mental dan pemikiran.

Gagasan Soekarno hilang di era milenial ini, perjuangan Soekarno lenyap begitu saja. Masih sedikit kaum muda yang meneruskan perjuangan Soekarno. Kekayaan alam terus berkurang akibat eksploitasi dan kerakusan para oligarkis.

Indonesia adalah negara besar yang harus memiliki masa depan yang cerah dan harus terselamatkan. Semoga 10 sampai 20 tahun ke depan muncul generasi baru yang dapat menyelamatkan marwah negara ini; melawan segala bentuk penjajahan kapitalisme di zaman ini.

    Farouq Syahrul Huda