Angka Ekspor Indonesia Naik, Jokowi: Hilirisasi Jadi Kunci

Angka Ekspor Indonesia Naik, Jokowi: Hilirisasi Jadi Kunci
©Jokowi

Angka ekspor secara tahun ke tahun naik 49,7 persen

Nalar Politik – Presiden Jokowi menyebut sejumlah indikator perekonomian tengah menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia cukup kuat. Hal ini salah satunya ditandai dari neraca perdagangan yang mencatatkan surplus USD34,4 miliar, dan selalu surplus selama 19 bulan.

“Negara dagang kita, surplus, US34,4 miliar, dalam 19 bulan surplus terus, belum pernah begini,” kata Jokowi dalam pembukaan Bursa Efek Indonesia, Senin (3/1).

Angka ekspor secara tahun ke tahun atau year on year juga naik 49,7 persen. Hal serupa terjadi di impor bahan baku dan bahan penolong yang turut naik 52,6 persen.

“Bagaimana bisa ekspor kita naik setinggi itu?”

Menurut Jokowi, salah satu penyebab kenaikan ekspor adalah tindakan Indonesia yang memilih menghentikan ekspor bahan mentah dari minerba, yaitu nikel.

“Saya kira keberanian kita menyetop itu hasilnya kelihatan.”

Karena itu, ke depan, Jokowi tetap akan melanjutkan penghentian ekspor bahan mentah seperti bauksit, tembaga, timah, dan lain-lain.”

“Dulu ekspor nikel kita hanya bernilai 1 sampai 2 miliar dolar AS saja. Akhir tahun kemarin ekspor nikel kita USD20,8 miliar. Hilirisasi menjadi kunci dari kenaikan ekspor kita.”

Berbagai indikator lain seperti peringkat daya saing Indonesia yang naik, indikator konsumsi dan produksi yang menguat, serta indeks belanja masyarakat dan konsumsi listri yang menunjukkan kenaikan turut menambah.

“Dengan gambaran dari berbagai indikator tersebut, kita optimis menghadapi tantangan di tahun 2022 ini.”

Baca juga: