Anies Hapus Program Tunjangan Mahasiswa Gagasan Ahok

Ilustrasi: Anies-Ahok

Nalar PolitikGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghapus program tunjangan mahasiswa, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Itu tampak di mana program gagasan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini tidak ada dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov DKI Jakarta 2018-2022.

Penghapusan program itu pun dinilai DPRD DKI Jakarta sebagai kemunduran. Pihaknya khawatir lantaran imbasnya berpotensi pada meningkatnya anak-anak di usia sekolah tidak bisa melanjutkan pendidikannya hingga ke perguruan tinggi.

“Bagaimana nasib KJP mahasiswa? Kami tidak menemukannya di dalam RPJMD 2018-2022,” ungkap Wakil Ketua Badan Pemberitahuan Peraturan Daerah DPRD DKI Jakarta Merry Hotma seperti dilansir Gatra, Senin (9/4/2018).

Ia pun menyesalkan, sebab penghapusan itu tidak hanya akan membuat banyak anak putus sekolah, melainkah juga Jakarta akan semakin mandeg kemajuannya sebagia ibu kota negara.

“Jakarta ini ibu kota negara. Katanya mau sejajar dengan kota besar dan maju lain di dunia? Tapi, akses mereka ke perguruan tinggi itu sudah gratis, Jakarta kan tidak. Justru KJP mahasiswa dihapus,” sesalnya.

Hal tersebut juga banyak menuai protes dari netizen.

“Harusnya program baik dilanjutkan. Ini malah disetop. Yang terjadi malah pemborosan untuk gaji Tim Gubernur,” kicau @GunRomli.

Sebelumnya, di masa Ahok, KJMU diberikan kepada siswa Jakarta yang masuk ke perguruan tinggi negeri. Penerima KJMU berhak atas uang pendidikan sebesar Rp 18 juta per tahun atau Rp 9 juta per semester. Di tahun 2017, anggarannya sebesar Rp 58 miliar untuk 594 penerima KJMU.

Sayang, program itu kini tak lagi ada. Cita-cita untuk melanjutkan ke perguruan tinggi pun tampak pupus seketika.

Redaksi NP
Reporter Nalar Politik