Apa Itu Ad Inserter? Bagaimana Cara Mengaplikasikan?

Apa Itu Ad Inserter? Bagaimana Cara Mengaplikasikan?
©AMC

Teknologi – Ad Inserter merupakan sebuah plugin untuk situs web berbasis WordPress. Anda dapat menggunakannya secara bebas alias gratis.

Plugin ini dibuat Igor Funa, pakar siaran AKOS (Agency for Communication Networks and Services of the Republic of Slovenia). Versinya sekarang sudah 2.7.10.

Sesuai namanya, Ad Inserter adalah plugin manajemen iklan yang memuat banyak fitur periklanan tercanggih untuk menyisipkan kode-kode iklan di posisi optimal. Plugin ini mendukung semua jenis iklan, termasuk Google AdSense, Google Ad Manager (DFP-DoubleClick for Publisher), Amazon Native Shopping Ads, Media.net, Infolinks, dan spanduk-spanduk iklan lainnya.

Plugin ini lebih dari plugin AdSense atau plugin untuk iklan. Ad Inserter menyediakan banyak opsi lanjutan untuk memasukkan formulir keikutsertaan, skrip tajuk, JavaScript, CSS, HTML, PHP, analitik, pelacakan, atau kode iklan di halaman mana saja yang Anda inginkan.

Mengaplikasikan Ad Inserter

Pertama, instal plugin langsung melalui Dasbor > Plugin > Tambah Baru. Tikkan kata kunci “ad inserter” untuk menemukan plugin Ad Inserter – Ad Manager & AdSense Ads, lalu instal dan aktifkan.

Di bagian pengaturan, Anda akan menemukan 16 blok yang masing-masing bisa Anda gunakan untuk menyisipkan kode-kode iklan. Pastikan Anda terdaftar dan punya akses ke layanan penyedia iklan seperti AdSense untuk mendapatkan kode iklan.

Blok Iklan di Ad Inserter

Jika Anda tidak mau ribet dan memilih menggunakan auto ads, Anda cukup menyisipkan kode iklan di bagian Header seperti gambar berikut.

Kode Iklan di Header Ad Inserter

Namun, jika ingin berkreativitas sendiri, beberapa langkah berikut ini harus Anda ikuti:

Pengaturan Iklan di Ad Inserter

  1. Pilih blok sebagai lokasi penyisipan kode iklan.
  2. Tentukan letak iklan, apakah di Post (artikel), Homepage (beranda), atau Category Page (halaman kategori). Bisa juga di Static Page (halaman statis), Search Page (halaman pencarian), atau di Tag/Archive Page (halaman arsip/tag).
  3. Jika di Post, pilih jenis insertion—umumnya di antara paragraf (after atau before).
  4. Masukkan jumlah paragraf—jika Anda sebelumnya memilih after paragraph, maka jumlah 4, misalnya, berarti iklan akan tayang setelah paragraf pertama (nomor hanya dipisahkan oleh tanda baca koma [,]).
  5. Di bagian Misc, centang Ajax Request.
  6. Pengaturan lainnya biarkan default.
  7. Save setting.

Cukup mudah, kan?