Apa Itu Libertarianisme?

Apa Itu Libertarianisme?
©Cato Institute

Libertarianisme adalah filsafat kebebasan. Berpandangan bahwa kebebasan adalah nilai sekaligus kondisi alamiah manusia.

Perihal kebebasan, tentu tidak mudah mendefinisikannya. Leonard Read, misalnya, memaknai kebebasan sebagai absennya pengekangan. F.A. Hayek menyebutnya sebagai kondisi di mana tiap-tiap individu bisa menggunakan seluruh kemampuannya untuk tujuan dirinya sendiri dan juga untuk memungkinkan setiap individu bisa bertindak sesuai keputusan mereka masing-masing.

Mungkin itulah definisi yang paling baik. Kebebasan adalah absennya paksaan maupun ancaman secara fisik. Tentang ini, John Locke mendefinisikannya secara apik melalui norma hukum:

The end of law is not to abolish or restrain, but to preserve and enlarge freedom: for in all the states of created beings capable of laws, where there is no law, there is no freedom. For liberty is to be free from restraint and violence from others which cannot be, where there is no law: but freedom is not, as we are told, a liberty for every man to do what he lists: (for who could be free, when every other man’s humor might domineer over him?) but a liberty to dispose, and order, as he lists, his persons, actions, possessions, and his whole property, within the Allowance of those laws under which he is; and therein not to be subject to the arbitrary will of another, but freely follow his own.

Artinya, individu yang bebas tidaklah tunduk pada kehendak orang lain. Individu yang bebas adalah mereka yang bisa melakukan apa saja selama yang itu terhadap diri dan propertinya sendiri. Dan kita hanya bisa memiliki kebebasan-kebebasan ini hanya jika ada hukum yang mampu melindunginya.

Meski sukar mendefinisikan kebebasan, kita tetap saja bisa mengenali aspek-aspek di dalamnya. Kebebasan berarti menghormati otonomi tiap individu, memandang setiap individu sebagai pemilik sah atas diri dan kehidupannya, yang bebas membuat keputusan apa saja untuknya.

Dengan demikian, libertarianisme adalah filsafat yang memandang bahwa setiap individu punya hak hidup menurut pilihannya masing-masing selama menghormati hak yang sama atas diri individu yang lain. Libertarian mengakui dan menghargai hak hidup, kebebasan, dan properti tiap-tiap individu—hak-hak yang memang dimilikinya secara alamiah, jauh sebelum lahirnya negara yang kemudian menginstitusikan hak-hak itu.

Dalam pandangan libertarian, semua hubungan manusia bersifat sukarela. Satu-satunya tindakan yang harus hukum larang adalah tindakan bernuansa paksaan, seperti pembunuhan, perkosaan, perampokan, penculikan, dan penipuan.

Baca juga:

Libertarian percaya pada ide kebebasan. Artinya, libertarian percaya bahwa orang harus bebas memilih jalan hidup sebagaimana yang mereka kehendaki sendiri, tanpa aturan, apalagi yang sifatnya memaksa.

Ide kebebasan ini sama halnya dengan praduga tak bersalah dalam kasus hukum pidana. Sama seperti Anda yang tidak dapat membuktikan bahwa Anda tidak bersalah atas semua tuduhan, Anda tidak dapat membenarkan semua cara di mana Anda harusnya diizinkan bertindak.

Mengapa libertarian sangat menjunjung tinggi kebebasan? Ada banyak alasan yang bisa kita ajukan.

Kebebasan memungkinkan kita bisa mendefinisikan makna hidup, mendefinisikan apa yang penting bagi hidup kita. Masing-masing kita harus bebas berpikir, bicara, menulis, melukis, berkarya, menikah, makan, minum, merokok, memulai dan menjalankan bisnis, bergaul dengan siapa saja yang kita mau. Ketika kita bebas, kita bisa membangun kehidupan sesuai selera. Kebebasan adalah kebutuhan untuk menjadi manusia seutuhnya.

Kebebasan mengarahkan kita pada kehidupan yang harmonis. Konflik tidak akan pernah terjadi jika kita tidak ditekan untuk hidup sesuai pilihan, entah itu dalam hal beragama, berpakaian, gaya hidup, atau memilih pendidikan.

Kebebasan ekonomi berarti setiap orang bebas memproduksi dan memasarkannya secara bebas. Harga-harga yang dinegosiasikan dan disepakati secara bebas jauh lebih efisien dan memberi keuntungan sebesar-besarnya.

Agar tatanan ekonomi bisa berjalan dengan baik, maka pasar bebas jadi pilihan mutlak. Dengan pasar bebas, insentif luar biasa bisa kita dapatkan. Kita bisa bebas berkarya, berinovasi, dan menghasilkan lebih banyak barang dan jasa bagi masyarakat. Sebab, kepuasan yang tinggi akan berdampak pada tingginya permintaan. Pertumbuhan ekonomi dan standar hidup pun ikut niscaya akan meningkat.

Sistem politik yang bebas akan memberi kita kesempatan untuk menggunakan bakat yang kita kuasai. Kita bisa bekerja sama dengan orang lain untuk berkreasi dan menghasilkan karya. Hanya saja, kondisi ini harus ditopang dengan beberapa lembaga yang fungsinya melindungi hak.

Halaman selanjutnya >>>