Apa Salah Jika UIN Jogja Bina Mahasiswi Bercadar?

Apa Salah Jika UIN Jogja Bina Mahasiswi Bercadar?
Foto: sayidaty.net

Nalar PolitikTak ada yang salah jika pihak rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta ingin bina mahasiswi bercadar dalam kampus. Menurut Hamka Hasibuan, itu merupakan hal yang wajar apabila rektorat mengaturnya melalui Surat Edaran Nomor B-1301/Un.02/R/AK.00.3/02/2018.

Diketahui, surat edaran untuk bina mahasiswi bercadar tersebut telah dikeluarkan pada tanggal 20 Februari 2018. Mahasiswa Pasca Sarjana itu pun mengimbau agar setiap lapisan civitas UIN Sunan Kalijaga membaca selebaran tersebut dengan cermat.

“Coba baca satu lembar itu baik-baik. Isinya cuma 2 (dua), pendataan dan pembinaan. Satu lembar aja diributkan sampe berhari-hari. Aneh penuh dengan tuduhan-tuduhan, fitnah, dan provokasi. Bilang diskriminasilah, tidak demokratislah, ini kampus putihlah, dan seterusnya,” tutur Hamka.

Apa Salah Jika UIN Jogja Bina Mahasiswi Bercadar?

Ia juga menyayangkan respons sebagian orang yang terlalu terburu-buru dan berlebihan dalam berspekulasi.

“Belum apa-apa, sudah bilang apa-apa,” tambahnya.

Baginya, menjadi keniscayaan jika suatu institusi melakukan pendataan dan pembinaan bagi setiap jajarannya. UIN dalam hal ini memiliki tanggung jawab terhadap setiap mahasiswa/mahasiswinya, termasuk untuk bina mahasiswi bercadar.

“Setiap bulan-bulan, UIN sering melakukan seperti ini. Mau KKN, PKL, Wisuda, dapat Beasiswa, itu semuanya pake pendataan dan pembinaan,” terang Hamka lebih lanjut.

Ia pun mengambil percontohan bagaimana tidak adilnya pola pikir yang dibangun oleh setiap orang ketika menolak surat edaran tersebut. Menurutnya, pendataan dan pembinaan dapat dilakukan pada siapa pun, terhadap yang baik, terlebih yang buruk.

“Para hafidz Quran sering didata dan dilakukan pembinaan, tidak ada yang ribut. Apakah ketika UIN melakukan pembinaan terhadap mereka disebut diskriminasi?” sesalnya.

Perlu kecerdasan dalam melihat sebuah kebijakan, agar tidak melampaui batas dan nyerocos seenaknya.

“Pembinaan maksudnya luas. Jangan dipersempit,” tegasnya.

___________________

Artikel Terkait:

    Redaksi

    Reporter Nalar Politik
    Redaksi
    Share!