Aroma Wanita Bergingsul

Aroma Wanita Bergingsul
©Tribun

: Tepat malam tadi

1//

Aku dan kopi adalah malam di mata Tuhan yang cemburu
Menyeruput pekat kopi sampai ludas segala bayang kunang­­­-kunang bergingsul manis sekali 
Yang molek melekat pada dasar kopiku dan manja merayu kasmara pada aroma kopinya

Ah, rupanya aku jatuh tatapan tepat pada kopiku

2//

Malamku dari kopi buatan tangan Inang yang setia
Dan cangkir kopinya adalah sepi yang bising pada isi kepala
Dilema antara bayang-bayang kunang-kunang manjaku bergingsul
Dan Tuhan yang sering juga cemburu

3//

Inang aku sepi pada kopiku yang hampir dingin
Setelah malam yang tidak juga kelar dalam mencumbui ingatan
Barangkali dilema atau mabuk paras gingsul?
Sudahlah aku tuntaskan dulu kopiku yang dilemma gingsul dan Tuhan

Mikhael, 16/01/20

Barangkali

Barangkali awan yang menjelma rintik-rintik hujan Desember
Adalah wujud rindu yang menjelma sepi di awal Januari

Saat jatuh di kelopak-kelopak mawar di samping kamarku dan aromanya mendupai seisi
Kamarku yang setia dengan aroma kopi pagi

Barangkali rintik-rintik hujan Desember
Dan kelopak mawar yang mekar adalah bayang-bayang yang merimbun dari rinai mukamu

Barangkali saat mawar yang mekar pada rintik-rintik hujan Desember
Aku telanjur cemburu buta pada tatapanmu yang jujur
Dan semoga saja cintamu tidak lekas tiada

Nenuk, 12/03/19

Kalau Sedang Naik

: Curhat temanku Ancis Kumenireng

kamu tahu teman merokokku yang dari timur
Seperti kena sakit ayam
Kalau lagi naik harga sembako di tanah ibu

Sudahlah turunkan harga kemiskinannya
Sebab tahunya kamu hanya tertidur pulas saat mereka meminta-minta

Nenuk, 16/04/19

Tugas Kuliah

: Buat temanku Taena yang Kriting

Maaf Aba,
Kakiku telat pagi ini masuk pintu rumahMu setelah jeda Veni Creator
Sebab malam kemarin isi kepalaku terlalu serius mengerjakan tugas kuliah
Sambil sesekali jemari-jemari tangan melucuti layar handphon baru ku
Sampai larut malam

Apakah aku terlalu nakal di hadapan Mu?

Mikhael, 03/11/19