Atlet Muda Majene Sabet 2 Medali di International Taekwondo Championship 2019

Atlet Muda Majene Sabet 2 Medali di International Taekwondo Championship 2019
©Dok. Pribadi

Nalar Politik – Kontingen Taekwondo Majene Sulawesi Barat, tergabung dalam klub Universal Taekwondo Indonesia Profesional Sulawesi Barat (UTI PRO SULBAR), berhasil menorehkan prestasi. Mereka sangat membanggakan di ajang ‘The 2nd Pakualam X International Taekwondo Championship 2019’.

Dengan 8 atlet yang berlaga, UTI PRO SULBAR berhasil menyabet 2 medali perunggu. Itu diraih oleh Najwa Solikhah di under 57 female dan Najwa Solikhah di Under 46 female.

Kejuaraan ini dilaksanakan di Yogyakarta dari tanggal 19-20 Oktober. Diikuti sekitar 877 atlet taekwondo dari berbagai negara, antara lain Timor Leste, Singapura, Prancis, Malaysia, serta Indonesia sebagai tuan rumah.

Delegasi Taekwondo UTI PRO SULBAR terdiri dari 5 putra, yaitu Muh. Haikal (10 Tahun), Muh. Alfahmi Akmal (13 Tahun), Ilham Ali (10 Tahun), Hendra (13 Tahun), dan Rafi Bima Putra Qudz Zaki (10 Tahun). Serta 3 putri, yakni Ria Ramadhan Wahid (14 Tahun), Najwa Solikhah (13 Tahun), dan Maghfiratunnisa (13 Tahun). Ada 2 orang asisten pelatih, yaitu Fahry Husaini dan Nurlanyying, sedangkan pelatih utama dari UTI PRO SULBAR, Abdul Gani, tidak bisa mendampingi anak didiknya karena beliau bertugas sebagai salah satu wasit di ajang taekwondo championship ini.

The 2nd Pakualam X International Taekwondo Championship 2019 merupakan turnamen taekwondo bertaraf internasional. Bertujuan sebagai ajang melahirkan atlet-atlet taekwondo UTI PRO, khususnya di Indonesia, agar nantinya bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasioanal.

Pertandingan di turnamen ini dibagi dalam dua kategori, yaitu kelas kyorugi/tarung bebas dan poomsae/jurus dari berbagai kelas Icru, Junior, dan Senior. Ajang ini merupakan turnamen yang kedua kalinya dilaksanakan di Kota Yogyakarta dengan menerapkan SOP bertaraf internasional. Wasit yang bertugas dalam pertandingan ini tidak hanya berasal dari Indonesia, melainkan dari berbagai negara yang ikut berpartisipasi.

Keberhasilan kontingen Majene membawa dua medali perunggu menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi seluruh masyarakat Sulawesi Barat. Dengan prestasi ini, diharapkan dapat memberikan motivasi kepada atlet-atlet taekwondo lainnya yang ada di Sulawesi Barat agar terpacu menorehkan prestasi lainnya di berbagai kejuaraan taekwondo.

Rasa pesimis sempat muncul di dalam tubuh kontingen Majene. Karena dilihat dari kualitas atlet yang mengikuti ajang ini, mereka memiliki kemampuan di atas rata-rata dari atlet Majene. Terlebih dukungan moral ataupun moril dari Pemerintah daerah sama sekali tidak ada. Kontingan UTI PRO SULBAR mengikuti turnamen ini dengan modal sendiri dari atlet-atletnya.

“Sedih rasanya ketika kita membawa nama baik daerah, tetapi tidak ada perhatian dari pemerintah daerah. Kami sudah mencoba mengajukan proposal, namun tidak ada hasilnya. Kami berharap pemerintah daerah menaruh perhatian kepada dunia taekwondo di Sulawesi Barat, khususnya Majene, Semoga dengan prestasi ini, PEMDA menyediakan fasilitas bagi kami agar dapat mengasah kemampuan atlet-atlet taekwondo di Sulbar,” ujar Fahry Husaini, asisten pelatih UTI PRO SULBAR.

Baca juga:
Randy NV