Panggung Mati

Panggung Mati

22 April 2020 Chan Setu

Panggung sudah menjadi kebiasaan kami sebagai mahasiswa dan sarjana Bahasa dan Sastra Indonesia. Saya pernah bertanya kepada sunyi dalam debar hati yang tak mampu dinamakan. […]

Wilhelmina

Wilhelmina

23 Januari 2020 Chan Setu

Wilhelmina, nama yang saban hari kutulis dalam imajinasiku. Dia gadis yang kuciptakan bersama realitas semu. Dua minggu yang lalu, kami sempat bercerita di trotoar jalan […]

Per Mariam Ad Jesum

Per Mariam Ad Jesum

17 Desember 2019 Chan Setu

Malam itu aku mencoba-merampungkan kembali ayat-ayat doa yang saban hari saat senja mulai berpamitan pergi (di)-dengar oleh telingaku dari lonceng-lonceng tua rumah biara akan kidung(mu)-Mariam […]

Obat Kelahiran

Obat Kelahiran

1 Oktober 2019 Chan Setu

/1/ Sepanjang malam, ada resah berjingkrak di ibu kotaKematian makin hilang tenggelamLelap dengan penyakit yang selau kambuhSemoga saja ibu kota cepat-cepat diberi obat kandungan agar […]

No Image

Hawa Penjajah Makam

24 September 2019 Chan Setu

Hawa Penjajah Makam Semoga, lipstikmu tak jadi luntur aroma keringat,bukankah, bedakmu menghitung keringat tubuhmu?“Tuhan mengizinkan aku menjajahnya”Aku ragu, “Tuhan tidak pernah memberi harga padamu”Mungkin, kuiyakan […]

No Image

Ibu dalam Sebuah Cangkir

17 September 2019 Chan Setu

/1/ Ibu…, Beri aku malam dengan seribu asimu, barangkali esok aku bangun dengan ataupun tanpa air mata yang harus merajuk padamu. /2/ Bila suatu saat […]

No Image

Secangkir Burung Pipit

3 September 2019 Chan Setu

Kupanggil ia kekasihku, “secangkir burung pipit”. Kalau-kalau sepasang mentari tampak di sela-sela ceramahmu, pasanglah dengan baik doamu. Biar nanti kita bercerita dengan riak-riak diam yang […]