Watak Fasis di Balik Tembok Kampus

Watak Fasis di Balik Tembok Kampus

3 Juli 2021 Syam

Dulunya, sewaktu masih duduk di bangku SMA, saya berpikir kampus adalah tempat pergulatan ide yang ideal. Ruang kelas dipenuhi argumentasi dengan bobot ilmiah yang memadai. […]

Sang Rantau Ulung

Sang Rantau Ulung

22 Maret 2021 Syam

Malam telah larut, suara kendaraan senyap. Kerlang-kerling lampu kota Sangatta yang melankoli pelan suram. Di depan ruangan kotak-kotak berdinding kayu, Rusli masih terjaga, duduk bersila […]

Gempa dan Rindu yang Keras Kepala

Gempa dan Rindu yang Keras Kepala

3 Februari 2021 Syam

Hanya berdering. Kucoba lagi, tetap sama; “Nomor yang Anda tuju tidak menjawab” sebanyak 10 kali panggilan tak terjawab. Ketakutan bercampur rindu membuncah, sedikit meruyak emosi. […]

Sekali Lagi: Revolusi Belum Selesai

Sekali Lagi: Revolusi Belum Selesai

12 September 2019 Syam

Seumpama pelukis yang menyatakan diri dalam karyanya, begitu pula dengan mahasiswa. Perbedaannya: jika seorang pelukis mewujudkan diri melalui lukisan-lukisannya di atas kanvas, maka seorang mahasiswa […]

Idealisme yang Mengekang

Idealisme yang Mengekang

21 Agustus 2019 Syam

“Aku ingin bebas dari semua hal yang mengekang. Tapi seberapa pantas aku untuk kebebasan?” Hendrik coba terdiam merenung sejenak. Kata “kebebasan” menjuntai dalam pikirannya semenjak […]

Saat Ongkos Pendidikan Membunuh Petani

Saat Ongkos Pendidikan Membunuh Petani

21 Agustus 2019 Syam

Kupercepat langkah kakiku, sebelum kabut benar-benar merambah kaki Gunung Tandeallo, kemudian menutupi jalanku. Tak kuhiraukan siul burung-burung, suara dedaunan yang melambai tertiup angin, ataupun gesekan […]

Seorang Demonstran yang Terluka

Seorang Demonstran yang Terluka

17 Agustus 2019 Syam

Seorang demonstran pun bisa terluka… Di tengah keremangan kota Kutai Timur (Kalimantan Timur), suara kendaraan kian senyap. Para buruh terlelap tidur melepas lelah. Jarum jam […]