Bagi-Bagi Kue APBD, 41 Anggota DPRD Malang Jadi Tersangka Korupsi Massal

Hampir Semua Anggota DPRD Kota Malang Terlibat Bagi-Bagi Kue APBD
Ilustrasi: Berdikari Online

Nalar PolitikSungguh malang nasib Malang. Salah satu kota di wilayah Jawa Timur ini diisukan akan lumpuh total lantaran hampir semua anggota DPRD-nya diduga terlibat dalam kasus bagi-bagi kue APBD.

Seperti dilansir Viva, sebanyak 41 dari total anggota DPRD Kota Malang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Mereka terjerat kasus suap APBD Perubahan Kota Malang Tahun 2015.

“Delapan belas orang ditetapkan tersangka terlebih dahulu. Bahkan kursi jabatan Ketua DPRD harus berganti tiga kali karena dua ketua sebelumnya, Arief Wicaksono, dan ketua pengganti, Abdul Hakim, menjadi tersangka,” tulis Viva, Senin (3/9).

KPK sendiri sudah menyatakan, penetapan tersangka pembagian kue APBD ini sudah masuk ke tahap ketiga. Pihaknya baru saja mengumumkan 22 orang lainnya yang menyusul jadi tersangka.

“Hingga saat ini, dari total 45 anggota DPRD Kota Malang, ada 41 anggota yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK,” ungkap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan.

Selain 41 anggota DPRD, KPK juga telah menetapkan Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton dan eks Kadis PU dan Pengawasan Bangunan Kota Malang tahun 2015, Jaroy Edy Sulistiyono sebagai tersangka. KPK menyebut kasus pembagian kue APBD ini sebagai korupsi massal.

“Kasus ini menunjukkan bagaimana korupsi dilakukan secara massal. Melibatkan unsur kepala daerah dan jajarannya serta sejumlah anggota DPRD yang seharusnya melakukan fungsi pengawasan, anggaran, dan regulasi secara maksimal,” tambah Basaria.