Bahar Smith: Demokrasi Sudah Mati di NKRI jika Saya Dipenjara (Lagi)

Bahar Smith: Demokrasi Sudah Mati di NKRI jika Saya Dipenjara (Lagi)
©Detik

Nalar Politik – Penceramah Bahar bin Smith menyebut keadilan dan demokrasi di Indonesia sudah mati jika dirinya sampai ditahan atau ditangkap lagi usai pemeriksaan kasus ujaran kebencian di Polda Jawa Barat.

“Andaikan nanti saya ditahan, tidak keluar dari ruangan atau saya dipenjara, maka sedikit saya sampaikan bahwasanya ini adalah bentuk keadilan dan demokrasi sudah mati di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai,” ujar Bahar dilansir CNN Indonesia, Senin (3/1).

Ia punya alasan tersendiri mengapa menilai demikian. Menurutnya, ada banyak pengujar kebencian di negeri ini yang dilaporkan tetapi tidak diproses sebagaimana proses terhadap pelaporan dirinya.

“Sebab kenapa? Karena saya dilaporkan secepat kilat, sedangkan masih ada penista-penista Allah, penista agama dilaporkan, tidak diproses sama sekali.”

Sebelumnya, pemimpin dan pendiri Majelis Pembela Nabi yang bermarkas di Pondok Aren, Tangerang Selatan itu memenuhi panggilan Polda Jawa Barat. Ia diperiksa terkait ujaran kebencian di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat, Bandung.

Kasusnya sendiri bermula saat Bahar bin Smith mengisi ceramah di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, 11 Desember 2021. Konten ceramahnya diduga berisi ujaran kebencian, diunggah di akun YouTube hingga viral.

Awalnya kasus itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya bernomor B 6354/12/2021 SPKT PMJ 2021. Lantaran tempat kejadian perkara berada di Jawa Barat, pihak kepolisian melimpahkan berkas laporan tersebut ke Polda Metro Jaya.

Kepolisian pun segera memproses kasusnya. Meski sudah tahap penyidikan, Bahar masih berstatus sebagai terlapor kasus pelanggaran Pasal 28 ayat 2 jo 45 a UU No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca juga:

Sebagai warga negara, Bahar mengaku kooperatif saat menerima surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dari Polda Jabar.

“Sebagai warga negara, saya kooperatif. Saya datang atas panggilan pihak Polda Jabar, maka saya datang kemari.”