Begini Kata Sejumlah Peneliti Soal UU Cipta Kerja

Begini Kata Sejumlah Peneliti Soal UU Cipta Kerja
©The Economic Times

Nalar Politik – UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja menjadi magnet tersendiri bagi banyak kalangan. Tak terkecuali sejumlah peneliti, mereka punya telaah khusus mengenai UU Sapu Jagat atau Omnibus Law ini.

Salah satu telaah soal UU Cipta Kerja tersebut datang dari Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad. Menurutnya, UU Cipta Kerja menjadi sarana Presiden Joko Widodo untuk menjawab beragam masalah yang tengah melanda Indonesia.

“Ada sejumlah hal yang ingin dijawab Jokowi dengan UU Cipta Kerja, yaitu mewujudkan Indonesia Maju pada 2045.”

Dengan UU Cipta Kerja, jelas Saidiman, Indonesia berusaha keluar dari jebakan pendapatan menengah, menghilangkan kemiskinan, menumbuhkan ekonomi lima persen setiap tahun, serta menghapuskan pengangguran tujuh juta per tahun ditambah menyediakan lapangan kerja untuk tiga juta angkatan kerja baru setiap tahunnya.

“Memang UU Cipta Kerja untuk merespons, menggenjot ekonomi apalagi di tengah pandemi. Survei Kadin menyebutkan ada 6,7 juta orang dirumahkan di sektor formal. Sektor informal mungkin tidak terbaca oleh Kadin.”

Peneliti ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Media Wahyudi menambahkan untuk sektor UMKM. Ia menilai UU Cipta Kerja membantu perusahaan rintisan atau startup ekonomi digital memperoleh perizinan. Bahwa UU ini memungkinkan izin usaha bisa didaftarkan dengan mudah.

“Saya kira ini juga sangat membantu startup-startup, khususnya di bidang ekonomi digital untuk bisa mendaftarkan usahanya.”

Ia juga menambahkan bagaimana transformasi digital menjadi hal yang tak terhindarkan saat ini dan akan tetap terus berjalan. Ini lantaran berkaitan dengan globalisasi dan teori perilaku masyarakat yang sekarang sudah mulai beralih kepada aspek digital.

“Dari regulasi yang dibutuhkan memang dorongan-dorongan supaya transformasi digitalisasi ini bisa diakselerasi.”

Sementara, bagi Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta, UU Cipta Kerja bisa menjadi solusi menyeluruh untuk mencapai ketahanan pangan Indonesia. Misinya adalah memberdayakan petani dan pertanian.

“UU Cipta Kerja mengamanatkan penguatan kapasitas petani dan pertanian untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pangan.”

Dengan iklim seperti itu, UU Cipta Kerja diyakini akan membawa Indonesia naik kelas. Seperti dinyatakan Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute Rifki Fadilah, UU ini mendorong datangnya investasi sehingga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas.

“Ketika lapangan pekerjaan tercipta, maka penduduk Indonesia kini memiliki pendapatan yang dapat digunakan untuk membawanya kepada akses pendidikan, kesehatan, dan juga kehidupan yang lebih baik. Oleh sebab itu, UU Cipta Kerja perlu dimaknai sebagai kerja sama antara semua pihak untuk sama-sama membawa Indonesia naik kelas dan mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.”