Begitulah Sebenarnya

Begitulah Sebenarnya
Ilustrasi: IST

Lelah sudah kita melangkah teman.
Begitulah sebenarnya, di antara hidup dan ketidakpastian

Kau dengar suara itu?
Suara tawa yang dipaksa
Kau pandang wajah itu?
Wajah riang yang tertawan

Suara itu, wajah itu palsu
Teman, itu suara jerit luka
Teman, itu wajah memelas penuh duka

Tak ada bahagia yang tulus dari tawa dan riang mereka
Mereka terpaksa melakukannya teman

Kau tahu kenapa?
Karena dengan begitulah mereka bertahan dari ketidakpastian hidup
Teman, begitulah sebenarnya  aku, kau, dan semua penghuni yang menginjak tanah bumi ini

Suara tawa yang dipaksa
Wajah riang yang tertawan
Hah, bertahanlah karena hidup masih akan panjang
hingga aku, kau, dan semua penghuni yang menginjak tanah bumi ini terselimuti.

___________________

Klik di sini untuk membaca sajak-sajak lainnya.

    Latest posts by Muh Ihsan Tahir (see all)