Bela Negara Harus dalam Bentuk Kerja Nyata

Bela Negara Harus dalam Bentuk Kerja Nyata
Ilustrasi: Ist.

Nalar PolitikAda banyak jalan untuk bela negara. Dokter atau insinyur, misalnya, mereka membela negara sesuai profesi masing-masing. Skill atau kemampuannya terarah ke sasaran yang tepat; profesional.

Jika ia dokter, maka bentuk pembelaan terhadap negara yang harus mampu ia tunjukkan adalah mendedikasikan diri melayani masyarakat terpencil di pulau-pulau terluar Indonesia. Dan jika ia insinyur, maka ia mesti terlibat dalam kerja besar pembangunan infrastruktur yang Indonesiasentris.

Demikian harapan Presiden Jokowi, Senin (10/12). Ia ingin agar semua warga, berdasar keahlian masing-masing, turut mengabdikan diri dalam kerja-kerja yang nyata; tidak sekadar menyandang gelar, tetapi membuktikan praksisnya di lapangan.

“Pendeknya, bela negara dapat dilakukan dengan menjadi pribadi-pribadi terbaik yang berkarakter, optimis, dan memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa, negara, serta rakyat Indonesia.”

Ditegaskan pula Jokowi, bukan zamannya lagi orang membela negara pakai cara-cara kolot seperti otot. Perjuangan secara fisik, menurutnya, sudah kadaluwarsa. Otak jauh lebih baik daripada otot semata.

“Zaman sekarang, bela negara tak cukup dengan berorasi dan mengumpulkan massa. Bela negara harus dalam bentuk kerja nyata.”