Belajar dari Ahok, Begini Usulan Rian Ernest untuk Studi Banding Anggota DPR

Belajar dari Ahok, Begini Usulan Rian Ernest untuk Studi Banding Anggota DPR
Rian Ernest & Ahok | Net

Nalar PolitikSudah jadi rahasia umum bahwa agenda studi banding yang kerap dilakukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sering hanya berbentuk penghambur-hamburan uang negara saja. Jika bukan untuk jalan-jalan, maka agenda itu dijadikan ajang “cuci gudang” belaka.

Saat ditanya perihal itu, Caleg PSI untuk DPR RI Dapil DKI Jakarta I (Jakarta Timur) Rian Ernest menyempatkan memberi beberapa usulan. Usulan ini sekaligus Rian jadikan sebagai rencana langkah ke depan jika kelak dirinya benar-benar masuk di gelanggang politik penyerap dan pewujud aspirasi warga, parlemen.

“Bila ada usulan studi banding, maka yang akan saya cek pertama adalah apakah ini sudah sesuai dengan agenda dan juga masuk dalam prioritas kerja saya selaku anggota DPR,” jawab Rian.

Prioritas kerja di DPR, menurut Rian, adalah keutamaan. Itu pula yang jadi alasan warga kenapa mereka menitipkan asanya dengan memilih mereka sebagai wakil rakyat.

“Masa harus mengerjakan sesuatu yang bukan kepentingan warga? Kita masuk (ke parlemen) atas dasar dari, oleh, dan untuk warga, kan?”

Selain itu, hal lainnya yang juga Rian Ernest usulkan adalah pentingnya menilai studi banding dari aspek trasnfer ilmu pengetahuan.

“Apakah bisa transfer of knowledge dilakukan melalui video call atau semudah menonton video di YouTube?”

Artinya, karena studi banding, secara esensi, adalah kegiatan belajar, penimbahan ilmu pengetahuan untuk kemajuan DPR, maka segala hal patut dicoba. Jika bisa tidak terlalu memakan biaya banyak, maka itu jauh lebih penting dari sekadar menghambur-hamburkan uang negara.

“Kerja-kerja politik itu, kalau bisa, sekaligus mempertimbangkan soal anggaran. Lagipula kita hidup di era teknologi yang sangat maju. Dengan teknologi, hampir segala hal bisa kita lakukan. Mudah, praktis, dan tentunya lebih murah.”

Dan yang terakhir, andai Rian, jika dirinya sebagai anggota DPR terpaksa harus berangkat studi banding, maka Rian akan menggunakan anggarannya sesuai peruntukan. Bersih, transparan, dan profesional (sistem BTP), itulah yang akan Rian praktikkan sebagaimana anjuran gurunya, Ahok.

“Bila saya terpaksa harus berangkat, saya akan kembalikan uang tiket pesawat yang tidak saya bayarkan. Peraturan memungkinkan kok pengembalian uang negara yang tidak digunakan. Ahok sering mencontohkan ini.”

_____________

Baca juga: