Benteng Rotterdam

Benteng Rotterdam
Foto: WordPress.com

Di benteng Rotterdam kusiarahi sejarah yang membeku
Di sana aku temukan roh-roh pahlawan dan pengkhianat telah menjadi monumen cinta

Kutemukan juga bangsa-bangsa tak berdaya ditinggalkan kereta waktu
Juga penyair yang kehilangan puisinya
Dinding-dindingnya adalah darah dan luka para pahlawan
Jalanannya adalah kumpulan kata-kata yang sekarat

Di benteng Roterdam aku mengembara
Memasuki terowongan menuju masa lalu
Menziarahi para leluhur
Dan mencuri kebijaksanaan yang telah lapuk
Bersama tulang-tulangnya yang telah menjadi abu

Di benteng Rotterdam aku bertemu sosok gadis
Kemudian kutatap tajam matanya
Masuk menembus jantungnya

Ia mendatangiku, menceritakan perjalanan panjangnya dan juga pedih
Dengan tawanya yang gaib
Ia membangkitkan bangsa-bangsa di atas bibir

_____________

*Klik di sini untuk membaca sajak-sajak lainnya

Irsal Mas'udi
Irsal Mas'udi 2 Articles
Alumus Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta