Blak-blakan Krisdayanti Picu PSI Minta Potong Gaji DPR

Blak-blakan Krisdayanti Picu PSI Minta Potong Gaji DPR
©Kompas

Nalar Politik – Tindakan Krisdayanti yang membongkar secara blak-blakan pendapatan dirinya sebagai anggota DPR RI memicu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bersuara. Pihaknya meminta gaji wakil rakyat dipotong untuk kemudian dialihkan ke hal-hal yang jauh lebih berguna bagi masyarakat.

Sebagaimana ditanggapi Juru Bicara DPP PSI, Sigit Widodo, besarnya pendapatan yang diterima anggota DPR RI tidak sebanding dengan kinerjanya sebagai anggota legislatif selama ini. Catatan PSI pada 2020 turut membuktikannya.

“Selama dua tahun sejak dilantik, DPR periode ini baru mengesahkan empat undang-undang dari target 248 RUU yang masuk Prolegnas 2020-2024. Tunjangan-tunjangan yang diterima oleh anggota DPR lebih baik dipotong saja dan dialihkan untuk anggaran penanganan pandemi Covid-19,” kata Sigit, Sabtu (18/9).

Terkait tuntutan seperti ini, Sigit mengklaim, PSI sejak tiga tahun silam sudah mulai menyuarakan besarnya pendapatan anggota DPR RI di luar gaji pokok yang diterima. Apa yang dilakukan Krisdayanti hanyalah penegas kembali bahwa masalah ini memang krusial.

“Dulu beberapa calon anggota legislatif dari PSI membentuk Kaukus PSI Bersih-Bersih DPR karena prihatin dengan pendapatan DPR yang super besar dan tidak transparan ini.”

Ada belasan tunjangan yang menurutnya sangat besar dan tampak mengada-ada. Misalnya tunjangan kehormatan.

“Ini buat apa? Apakah wakil rakyat di DPR menjadi terhormat karena menerima tunjangan ini? Atau mereka merasa tidak terhormat jika tidak diberi tunjangan kehormatan?”

PSI juga mempertanyakan beberapa tunjangan yang terkait dengan fungsi DPR. Beberapa tunjangan juga diterima oleh anggota DPR jika menduduki jabatan tertentu atau menjadi alat kelengkapan dewan.

Ada tunjangan sebagai pimpinan dewan, tunjangan sebagai anggota badan musyawarah, tunjangan sebagai anggota komisi, tunjangan badan legislasi, tunjangan badan anggaran, dan seabreak tunjangan lainnya yang bagi PSI saling tumpang tindih.

“Jadi jangan heran, meski gaji anggota DPR tidak terlalu besar, namun take home pay-nya bisa sangat luar biasa.”

Blak-blakan tentang pendapatan anggota DPR yang dilakukan Krisdayanti, menurutnya, harus menjadi momentum perbaikan struktur pendapatan DPR. [su]

Baca juga:
    Redaksi
    Latest posts by Redaksi (see all)