Burung Kenari dalam Sangkar

Burung Kenari dalam Sangkar

Burung Kenari dalam Sangkar

Pagi yang buta ia tak mau berkenala,
Mencari sepotong kue ajaib,
Ku kira ia tak butuh kue ajaib,
Yang ia butuhkan hanyalah selembar kertas,
Bergambar dua proklamator,
Ia tak peduli dengan masa depannya,
Dan membuang kue ajaib “tak berguna”
Pada akhirnya ia terjebak dalam ke-egoisannya,
Lumpuh sudah tubuhnya, pupus pula harapanya,
Yang tersisa setia menemani sepanjang uisa,
Ialah penyesalan tiada tara.

Kucing Imut Menjemput Maut

Pagi yang sejuk, pintu pun mengetuk,
Membawa kabar yang kurang enak didengar,
Pesan yang cukup menusuk hati,
Membuat hati siapapun menangis,
Makhluk yang lucu dan imut itu;
Kini telah pergi menuju alam keabdian,
Hatiku teriris oleh kabar yang kuterima,
Tak ada kata yang keluar dari bibirku,
Sebab mulut terkuci dan menjelma menjadi air mata,
Air mata menetes hingga membanjiri kuburmu.

Puasa 2024

Kehadiranmu telah ditunggu berjuta-juta muslim,
Sejak hari raya tahun lalu,
Banyak ritual menyambut kehadiranmu,
Itulah ekspresi rasa cinta umat atasmu,
Semua umat mendadak religius,
Yang tak pernah hadir ibadah, jadi hadir ibadah,
Yang tak pernah baca kitab suci, jadi baca kitab suci,
Hadirmu sungguh membawa perubahan.

Album Kenangan

Masih ingatkah kau padaku,
Pagi itu ketika fajar menyaingsing,
Ku bongkar lemari album kenangan kita,
Kulihat lembar demi lembar foto kita,
Ku ingat senyum manis gula dan harum kenanga,
Yang kupetik dari taman bunga,
Dan ku selipkan diantara kedua telinga,
Lalu ku-buka lembar berikutnya,
Ku-temukan sepucuk surat yang pernah kau buat,
Surat yang terselip disela-sela album itu,
Yang bertuliskan janji suci sehidup semati.

Bunga Randu Layu

Hujan sore ini menari di halaman rumahku,
Ku tengok dari balik jendela berembun itu,
Wajahmu yang dingin dan sayu,
Ku tatap setiap butiran air yang jatuh di keningmu,
Ku bayangkan kecup bibir merah meronamu,
Sebatas khayal kita saling bercumbu rayu,
Seperti mimpi naik ke Merbabu,
Hanya sebatas angan yang tak kunjung lekas.

Baca juga:
Ferry Fitrianto