Cara Pemkot Bogor Selesaikan Polemik GKI Yasmin Memalukan

Cara Pemkot Bogor Selesaikan Polemik GKI Yasmin Memalukan
©Hidayatullah

Nalar Politik – Akun media sosial Saidiman Ahmad mengunggah pandangannya terkait perjalanan pembangunan Gereja Kristen Indonesia di Kota Bogor (GKI Yasmin). Ia menyebut cara pemerintah kota setempat dalam menyelesaikan polemik yang sudah menahun itu memalukan.

“GKI Yasmin dan betapa memalukannya pemerintah kota yang merelokasinya. Mereka pikir itu prestasi, tapi sebenarnya itu adalah tindakan pengecut. Tidak berani tegak lurus dengan hukum,” kicau Saidiman (14/6).

Ia pun mulai mengisahkan kembali perkara GKI Yasmin yang sebenarnya sudah mengantongi izin untuk dibangun sejak 2006. Namun, lantaran protes dari sejumlah orang, pemerintah kota memilih untuk membekukan izinnya.

Lalu, kasus tersebut masuk ke pengadilan sampai tingkat Mahkamah Agung. MA kemudian memutuskan pembekuan IMB untuk GKI Yasmin oleh pemerintah kota tersebut tidak sah.

“Artinya, pembangunan gereja Yasmin tidak memiliki persoalan hukum. Mestinya bisa berdiri. Tapi pemerintah kota Bogor melawan keputusan hukum tertinggi. Mereka justru mencabut IMB gereja Yasmin,” lanjut Saidiman.

Alih-alih memberi perlindungan hukum bagi tegak lurus dengan keputusan hakim, tambah Peneliti SMRC ini, pemerintah kota Bogor malah mengambil jalan lain. Mereka memindahkan pembangunan gereja ke tanah negara.

“Selain tidak memberi perlindungan dan memenuhi hak sipil jemaat GKI Yasmin, sekarang mereka malah menyerahkan tanah negara untuk digunakan oleh sektor privat dan untuk urusan privat. Ini memalukan,” pungkasnya.

Kompas sebelumnya memberitakan persoalan ini sebagai tonggak baru penyelesaian izin pembangunan tempat ibadah. Penyerahan hibah lahan kepada GKI Yasmin oleh Pemkot Bogor dinilai sebagai penyelesaian polemik yang telah berlangsung selama 15 tahun itu.

“Lima belas tahun perjalanan panjang ini menjadi pembuktian, tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan ketika ruang dialog dibuka dengan semua pihak. Kita mengedepankan persaudaraan, kesejukan, dan budaya kearifan lokal menjadi solusi dari permasalahan yang rumit sekalipun,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya, saat penyerahan hibah lahan seluas 1.668 meter persegi tersebut ke pihak gereja.