Catatan Akhir September

Catatan Akhir September
©Nonbiri

September barangkali istimewa bagi semua orang
Tapi aku merasa seperti pelukan terakhir

Di pertengahan tahun. Aku tidak tahu mengapa begitu
Semisal tiba-tiba dihantui katakutan akan sebuah kehilangan
Yang dirangkai pada awal September dan berakhir pada akhir September

Entahlah, September seperti kekasih di ujung cerita yang sebentar lagi pergi
Tapi aku akan kembali lagi pada September mungkin dengan nama yang sama
Tapi dengan kabar yang berbeda.

Dan kau September, terima kasih karena telah memberikan
Arti dari sebuah perjuangan yang akan dikabarkan pada Oktober yang sebentar lagi tiba

Ledalero, akhir September 2019

Wanita Pencinta Kopi

Ini hanya tentang seorang wanita pencinta kopi

Seperti biasa setelah senja tiba
Di bibirnya yang lugu, kopi diseruputnya penuh wibawa
Perihal hitamnya kopi yang menyapu sepi
Sebab rasa tak pernah mati walaupun kadang tak senikmat yang diinginkan

“Sejak kapan kau menyukai kopi dan apa yang kau paham tentang kopi?”
Tanyaku pada suatu kesempatan ketika aku mengunjunginya di kedai kopi
Dia hanya tersenyum setelah diteguknya kopi yang terakhir

“Terus terang, aku jatuh cinta dengan kalimat itu.
Sebab menyeduh kopi pada tegukan pertama mengartikan kopi sebagai
Sebuah usaha dari apa yang kau usahakan sekaligus menentukan
Apakah kau berhasil dengan usaha itu?”

“Maksudmu?”

“Ya, ketika kau menjadi pencandu kopi karena alasan tertentu kau sudah
Terbiasa dengan apa yang diusahakan tapi gagal seperti ampas kopi di pantat gelas
Tapi kau menikmati kegagalan itu seperti menikmati kopi dari setiap tegukan

“Mengapa begitu?”

“Karena kopi kau lebih memilih sendiri tanpa peduli mereka
Yang meramu sepi yang kau titip pada bibir cangkir
Dan aku sadar telah mengagumimu lewat seduhan kopi”

Ledalero, September 2019

Doa

Tuhan
Di tasikMu berderu merdu
Rapalku tak sampai padaMu

Sebelum aminku tiba di kakiMu
Aku tidak bisa berpaling

Ledalero, 2019

    Sonny Kelen
    Latest posts by Sonny Kelen (see all)