Contoh Kesombongan dan Tidak Membuminya Para SJW

Contoh Kesombongan dan Tidak Membuminya Para SJW
©wp-cron

Nalar Warga – BTS dikritik para SJW karena konser di Saudi. Dianggap mendukung pemerintah Saudi. Memperlihatkan Saudi seperti “normal”.

Itulah contoh kesombongan dan tidak membuminya para SJW. Mereka butuh “menang”, bukan perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Para SJW butuh merasa jadi pahlawan. Mungkin mereka mau menjadi pahlawan membuat revolusi di Saudi, dan membuat Saudi seperti mereka.

Tidak mungkin hal itu terjadi. Setidaknya tidak dalam jangka waktu dekat. Pertama, Saudi terlalu konservatif. Kedua, mereka gak mau dipermalukan oleh SJW.

Justru BTS mampu melakukan hal-hal yang gagal dilakukan SJW, yaitu membuka hati dan minat kaum muda di Saudi. Jika kaum muda makin bebas, makin diberi kebebasan menari, menyanyi, main musik, lama-lama masyarakat akan berubah.

Inilah perubahan dan perbaikan budaya yang sebenarnya.

Sangat menyebalkan sikap sok dari SJW menghadapi grup BTS seperti ini. Emang mereka bisa lebih sukses dari BTS dengan menguliahi pejabat Saudi tentang hebatnya ideologi mereka? Tentang demokrasi dan HAM yang diagungkan?

Justru BTS melakukan secara langsung: lewat musik.

Saya tidak setuju dengan banyak hal represif yang dilakukan oleh pemerintah Saudi karena ajaran agama atau adat. Tetapi saya juga gak setuju sikap Human Rights Foundation yang mempermalukan BTS. Sok banget gitu lho.

Justru sebuah kemajuan BTS diundang oleh Putra Mahkota Saudi.

Sikap-sikap SJW mengingatkan saya pada sikap mem-bully anak-anak remaja. Ada yang mem-bully secara fisik, dan ada yang mem-bully secara sosial. Anak yang di-bully dikucilkan.

SJW Barat sangat senang mengucilkan mereka-mereka yang tidak disukai. Gak beda dengan sikap superpower, yang gemar kasih sanksi seenaknya.

Mereka pikir bisa mengubah Saudi dengan mengucilkan Saudi? Itu benar-benar ngaco.

Herannya, SJW Asia juga ketimpa sifat-sifat tersebut: sok populer, sok merasa benar, dan mengucilkan.

Kamu boleh gak setuju. Tapi emang kenapa kalau tetap ngomong dan terus berkomunikasi dengan yang kamu tentang?

Saya memilih sikap mendekati dan merangkul. Kalau gak setuju dengan Saudi, tetap temani mereka, rangkul mereka, perkenalkan mereka pada hal-hal yang kita pikir bagus.

BTS melakukannya, dan sampai wanita-wanita menari-nari walau masih bercadar. Kalau dikucilkan, bukannya makin jauh dan mengeras?

*Mentimoen

Warganet
Latest posts by Warganet (see all)