Curhat Medsos: Duhai Makihuma

Curhat Medsos: Duhai Makihuma
©Cantika

Curhat Medsos: Duhai Makihuma

Saya tak meminta mengenalmu, tong berkenalan seiring waktu yang terlewati. Saya tak meminta menjatuhkan hati saya di ko tapi hati mengerti kenyamanan berada di dekatmu. Saya tak meminta semuanya saya dapatkan seperti keinginan saya tapi jujur saya selalu mendoakan perasaan ini.

Saya tak meminta menunggu yang terkadang membuat saya jenuh tapi hati tak pernah mampu tuk pura-pura menyukai orang lain. Saya tak ingin semuanya berlarut terlalu lama tapi biarkan waktu yang akan menjawab. Duhai makihuma (Hagamo Selatan Ogeihe).

Mungkin ini kesalahan saya yang pernah pura-pura mempermainkanmu tapi akhirnya saya yang terjebak dalam kisah ini saya yang menyadari saya tulus memiliki perasaan ini, sama seperti tong dua yang sering bertemu tetapi satu patah kata pun tak pernah mampu saya ucapkan terhadapmu, (tong dua pu cinta) berkomunikasi lewat dunia maya yang disebut Medsos (Media sosial: Facebook, WhatsApp, Instagram, dan lain-lain).

Saya suka berkata aneh-aneh, saya suka menceritakan semua yang saya suka dan tak saya suka terhadapmu, semua saya katakan seperti keinginan saya yang membuat ko hanya sebagai pendengar.

Saya suka setiap kali ko mengirimkan Chat, Inbox, terhadap saya. Lalu saya lanjut bercerita sesuka saya tanpa pernah memperhatikanmu, saya tau kekurangan saya tak mampu membalas perhatian orang lain termasuk terhadapmu.

Tapi ko tau, ko orang tersabar yang pernah kutemui, yang selalu ingin saya miliki. Saya suka marah, kalau omong tak pernah lembut itu yang sering ko utarakan. Saya suka merepet, kalau ngomong tak bisa pelan lebih sering tak ada remnya.

Saya sering ingin merubah diri saya terkadang saya ingin menjadi seperti yang ko inginkan tapi saya tak bisa menjadi orang lain untuk menyenangkanmu. Karena ini saya, seperti inilah adanya lelaki ini. Jangan minta saya menjadi orang lain karena itu hanya bersifat sementara, ko tak akan pernah melihat saya bahagia dengan perubahan saya.

Tong dua menjalani itu sudah hampir 4 bulan belakangan ini, status berteman tapi selalu berkomunikasi lewat dunia maya jika dikatakan sahabat? Tong dua bukan sahabat karena untuk berada 2 langkah darimu saya tak pernah berani jika dikatakan pendekatan mungkin tong dua pu pasangan pendekatan paling lama.

Kadang sa bosan hanya bisa Chat, Inbox denganmu padahal bisa dikatakan jarak yang tong miliki ini masih bisa ditempuh tapi, ya, begitulah sepertinya tong selalu berusaha menghindar.

Kadang ada rindu yang sangat besar ketika ko tak menghubungi saya, tapi untuk menghubungi terlebih dahulu saya sudah berkomitmen tak akan melakukan itu karena saya tak ingin menjadi pria yang gampangan bagimu. Tapi ko tau, sampai saat ini sa selalu merindukan selama 1 Minggu (ko hilkab).

Setiap kali tong dua saling bercerita tentang tong dua walaupun mungkin saya bercerita lebih banyak darimu meskipun hanya lewat dunia maya, saya suka ketika sifat alaymu keluar walau pun saya sering bilang ko alay tapi yakinlah itu tak dari hati saya karena saya tau setiap kali ko memanggil saya dengan panggilan itu rasanya rasa itu memuncak hanya saja saya terlalu malu untuk mengakuinya.

Sering kali saya mencari-cari hal buruk tentang ko agar sa berhenti menyukaimu, saya selalu berusaha menghindari, menghilangkanmu dari pikiran saya, bersikap biasa terhadap ko tapi untuk menyapa terlebih dahulu pun saya selalu berusaha untuk melakukannya. Tapi ko juga bersalah dalam hal ini, ko tak seberani perkataanmu saat tong dua baku Chat, Inboxsan, bahkan Via Video, ko tak setangguh itu di dunia nyata kadang saya ingin bilang ini itu di dunia nyata tapi saya takut di dunia maya itu bukan ko. Karena melihatmu di dunia nyata tak meyakinkan saya di dunia maya itu dirimu karena ko berbeda, membingungkan saya, bingun, dan bingun sekali membingungkanmu duwai makihuma (Hagamo Selatani Ogeihe).

Ada saja perem yang bisa saya dapatkan tapi belum ada diantara mereka yang bisa membuat saya seyakin saat saya melihatmu, sepercaya hati ini, setangguh perasaan ini merasakan ko adalah yang kucari itu, belum atau bahkan tak akan ada yang sepertimu.

Saya bersalah pernah memulai ini yang membuat saya menyesali perasaan saya, tong melawan arus jika tong dua bersama karena ko tau – sa tau ada perbedaan yang tak  mungkin tong dua persatukan, saat saya berkata ini itu tentang tong dua jujur itu tak sepenuhnya dari hati saya karena saya tidak mungkin memaksakan perbedaan tong dua dan kamu pun tak mungkin menyamakan perbedaan itu hanya untuk bersama saya.

Ketika ada lelaki lain berkomentar manis tentangmu pun membuat saya ingin marah-marah seperti katamu saya ini pemarah, tapi itulah kekurangan nya saya – (saya) tak bisa manis terhadapmu (ko) untuk menyenangkanmu, saya hanya mampu menjadi diriku dan selalu menuntutmu untuk menerima apa adanya saya tanpa pernah memikirkan perasaanmu.

Tapi yakinlah hati saya tak setangguh mulut saya atau pun amarah saya, hati saya tak setangguh ketika saya harus menghentikan tentang tong dua pu cinta.

Halaman selanjutnya >>>
Mr. Kakiabuu
Latest posts by Mr. Kakiabuu (see all)