Daala Timur Memprihatinkan, Warga Tuntut Kades Transparan

Daala Timur Memprihatinkan, Warga Tuntut Kades Transparan
Dialog Terbuka Warga Daala Timur (18/9)

Nalar Politik – Masyarakat Desa Daala Timur berhasil mengajak pimpinan politik desa untuk berdialog secara terbuka. Hal demikian dilakukan mengingat situasi dan kondisi desa yang dianggap tidak karuan.

Selain Covid-19 yang menambah kesulitan, kondisi desa juga begitu memprihatinkan. Desa yang terletak di pegunungan Kecamatan Bulo ini, menurut warga, butuh lirikan jelas dari pemerintah desa.

Dialog terbuka berlangsung di lapangan sepak bola Talangga, Sabtu, 18 September 2021. Dalam hal ini, kepala desa cukup merespons dengan baik. Ia mengaku salut dengan pemuda yang berani menghadirkannya dalam sebuah dialog terbuka.

Tertuang poin dalam dialog terbuka ini, di antaranya: langkah apa yang akan ditempuh pemerintah desa Daala Timur melihat kondisi lapangan sepak bola yang tidak layak; dan juga soal transparansi keuangan desa serta fokus dalam mengatasi penyebaran Covid-19.

“Seharusnya pemerintah desa selalu terbuka bahkan jelas dalam mengambil keputusan. Jangan asal-asalan,” kata Udin, salah seorang pesepak bola Daala Timur.

Udin menilai kepala desa yang bersangkutan tidak mampu melihat kondisi dan keadaan objektif.

“Contohnya, lapangan sepak bola sangat tidak layak. Padahal di Daala Timur, Kecamatan Bulo iniah yang paling antusias dengan sepak bola,” tambah imam masjid setempat itu.

Dialog terbuka yang berlangsung di lapangan sepak bola Talangga ini dihadiri para perangkat desa. Kepala dusun ikut dihadirkan masyakarat. Pertemuan yang dimulai siang hari ini membuahkan sedikit titik terang di mana kepala desa siap menganggarkan di tahun depan untuk lapangan sepak bola.

Soal penanganan Covid-19 juga siap ditingkatkan lagi. Dan terakhir, kepala desa akan terus transparan untuk perkara keuangan seperti yang dikandung UUD Desa Nomor 6 Tahun 2014.

Dialog terbuka yang direncanakan masyarakat berangkat dari keluh dan kesah masyarakat Daala Timur, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Masyarakat mengungkapkan keresahan soal desanya yang terus terpuruk dan tertinggal padahal kaya akan sumber daya alam (SDA).

“Jika masih ada problem di desa ke depannya atau masih tumpang-tindih aturan yang ada serta belum juga transparan, hal itu akan kembali kami tuntut, mungkin akan lewat jalur lain,” kata Johar selaku pemuda desa.

    Redaksi
    Latest posts by Redaksi (see all)