Dampak Pertambangan Timah terhadap Ekosistem di Bangka Belitung

Dampak Pertambangan Timah terhadap Ekosistem di Bangka Belitung
©Merdeka

Pertambangan timah di Bangka Belitung memang menjadi salah satu sektor primer dalam struktur perekonomian masyarakat. Kepulauan Bangka Belitung memang dikenal sebagai satu-satunya wilayah penghasil timah terbesar di Indonesia sehingga tambang timah menjadi mata pencarian masyarakat setempat.

Di Bangka Belitung sendiri, pengoperasian pertambangan timah dilakukan di darat maupun di laut. Awalnya marak dilakukan di darat, namun seiring perkembangan zaman dan menipisnya sumber timah di darat, kegiatan pun kemudian beralih menuju laut.

Akan tetapi, kegiatan pertambangan timah ini memiliki dampak yang cukup besar terhadap ekosistem lingkungan, di mana sering terjadinya pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan pada area pasca-tambang dan sekitarnya, seperti kualitas air, kualitas tanah, kualitas udara, dan yang lainnya.

Dampak-dampak negatif pun timbul dari pertambangan timah ini jika dilihat dari aspek fisik lingkungan, seperti kerusakan bentang alam, banyaknya kolong-kolong bekas tambang, rusaknya ekosistem laut seperti terumbu karang dan penghuni laut lainnya.

Sedangkan jika ditinjau dari aspek sosial, yakni terjadinya konflik antar-masyarakat, banyaknya penyakit yang disebabkan tambang, serta banyaknya anak-anak putus sekolah karena tergiur ingin bekerja tambang apalagi saat ini kenaikan harga timah yang cukup drastis.

Selain dampak-dampak negatif di atas, pertambangan timah juga memberikan dampak positif, yakni sebagai wadah produksi, menambah lapangan pekerjaan, berkurangnya tingkat pengangguran, dan meningkatnya penghasilan ekonomi masyarakat.

Pertambangan timah memang memberikan kontribusi besar bagi masyarakat dalam sisi ekonomi untuk mendapatkan kehidupan yang baik dari hasil keberadaan timah ini. Akan tetapi, masyarakat mengabaikan untuk mengelola dengan baik daerah yang telah memberikan penghasilan untuk mereka. Seakan tidak ada timbal baliknya untuk memulihkan lingkungan yang telah dirusak.

Dapat disimpulkan dari penjelasan di atas bahwa kegiatan pertambangan timah di kepulauan Bangka Belitung masih memberikan dampak yang signifikan terhadap kerusakan ekosistem lingkungan yang oknumnya dilakukan oleh masyarakat penambang timah itu sendiri untuk kepentingan pribadi mereka masing-masing. Mereka tidak memikirkan dampak yang akan ditimbulkan dari kerusakan lingkungan tersebut.

Baca juga:

Kesadaran akan peduli lingkungan masih belum ada. Masyarakat hanya memfokuskan pada keuntungan semata yang mereka dapatkan dari hasil kegiatan pertambangan timah tanpa harus melakukan kegiatan reklamasi untuk pemulihan lingkungan yang rusak.

Secarik ktitik untuk kebijakan pemerintah dalam mengelola ekosistem lingkungan dari kegiatan pertambangan masih terbilang kurang efektif. Masih banyak lingkungan yang rusak yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, pemerintah harus tegas lagi dalam mengambil tindakan dan langkah yang cepat untuk kegiatan yang merusak ekosistem lingkungan.

Fredi Susanto
Latest posts by Fredi Susanto (see all)