Demo BEM SI Gagal Total, Korbankan Ade Armando

Demo BEM SI Gagal Total, Korbankan Ade Armando
©Pikiran Rakyat

Kegagalan demo BEM SI menghadirkan massa membuat para mahasiswa kecut.

Mengejutkan. Ade Armando, pegiat media sosial yang sangat aktif membela pemerintah dan mengkritik perilaku intoleransi, kekerasan, dan terorisme menjadi korban kekerasan. Perilaku biadab yang dilakukan diduga dilakukan oleh Abdul Latip warga Sukabumi, Ade Purnama asal Bogor, Tri Setia Budi Purwanto warga Lampung. Para pelaku akan segera tertangkap.

Ketiga wilayah itu adalah salah satu basis para kadal gurun alias kadrun, kantong Hizbut Tahrir Indonesia, Front Pembela Islam, dan bahkan menyumbang para teroris. Dan, Dhia Ul Haq asal Jakarta tak lain adalah kadrun pendukung kampanye ayat dan mayat di Pilgub 2017.

Praktis para pelaku kekerasan tersebut memang telah disiapkan dalam setiap demo-demo untuk memancing kerusuhan. Demo yang ricuh juga telah memakan korban anggota polisi, Ipda Imam Agus Husein, di Kendari, Sulawesi Tenggara saat mengamankan demo di depan DPRD Sulawesi Tenggara.

Demo BEM SI benar-benar menemui kegagalan. Kegagalan demo menghadirkan massa membuat para mahasiswa kecut. Bohir pun yang menggerakkan merasa demo yang mereka biayai gagal.

Maka rancangan demo BEM SI untuk membuat kerusuhan seperti pada Pilpres 2019, demo penjungkalan Ahok, yang sebenarnya untuk menjatuhkan Presiden Jokowi, gagal total.

Sejatinya demo yang mereka lakukan adalah mirip demo bayaran, yang bukan murni demo yang menuntut sesuatu yang esensial. Beberapa peserta demo tidak tahu tujuan demo. BEM SI yang disebutkan hanya mewakili segelintir mahasiswa.

Untuk menanggapi demo dengan isu presiden 3 periode, telah dijawab oleh Presiden Jokowi dengan tegas. Tidak ada presiden 3 periode. Dan, Jokowi tidak tertarik dan tidak akan maju lagi menjadi presiden 3 periode. Bahkan pemilihan presiden digelar pada 24 Februari 2024. Pilkada pun dilaksanakan pada November 2024.

Tuntutan soal kenaikan harga minyak goreng, sudah disubsidi. Soal harga bahan bakar minyak (BBM) naik, yang dinaikkan BBM untuk orang kaya. Pertalite sudah disubsidi. Apalagi alasan demo?

Baca juga:

Karena sudah telanjur menerima uang, dan bohir telah mengeluarkan uang, maka demo harus berjalan seusia dengan kesepakatan, sesuai dengan pesanan. Melihat dari pagi tidak ada tanda-tanda massa demo hadir, bohir demo tentu sakit kepala.

Para kadrun yang memang sejatinya memang merancang provokasi dan kerusuhan tidak menemukan alasan untuk anarkis. TNI Polri sudah mengantisipasi tidak ada peluru tajam. Maka konsep menjadikan martir, dengan membangun kerusukan dan pembunuhan terencana seperti pada kasus Pilpres 2019 tidak terjadi.

Demo yang diantisipasi oleh TNI dan Polri dengan baik membuat demo BEM SI gagal total. Rancangan untuk mengadu domba dengan membangun narasi gagal. Alhasil, melihat pegiat media sosial yang ulasannya panas ada di lapangan, para kadal gurun merasa mendapatkan objek pelampiasan.

Gagal demo, para bohir gagal mendapatkan korban pendemo. Maka mereka menghajar, memukuli, dan kalau dibiarkan dan tidak ditangani oleh aparat kepolisian, mereka akan membunuh Ade Armando. Kegilaan mahasiswa yang sudah disusupi oleh paham radikal, terorisme, dan intoleransi: pendemo bayaran pula.

*Ninoy Karundeng

    Warganet