Demokrasi Tidak Cocok untuk Masyarakat Bodoh

Demokrasi Tidak Cocok untuk Masyarakat Bodoh
©PFAW

Demokrasi tidak cocok untuk masyarakat bodoh.

Saya terima pernyataan yang sering diajukan sebagian masyarakat Indonesia ini sebagai sebuah hipotesis; dan karena itu, beberapa pertanyaan ini harus dijawab:

(1) Siapa yang menentukan kriteria apakah seseorang bodoh atau pintar? Kriteria ini penting agar KITA bisa menghitung dengan pasti berapa pesen dari masyarakat yang tergolong pintar atau bodoh sebagai prasyarat kelayakan berdemokrasi.

(2) Jika jawaban pertanyaan (1) adalah pemerintah, bagaimana pemerintah dibentuk di luar mekanisme demokratis?

Ingat, harus di luar mekanisme demokratis. Karena mekanisme ini dihipotesiskan tidak cocok untuk masyarakat bodoh dan KITA belum menjawab pertanyaan apakah KITA—sebagai masyarakat—tergolong pintar atau bodoh.

(3) Jika jawaban pertanyaan (1) adalah ILMUWAN, kriteria apa yang digunakan untuk menentukan seseorang adalah ilmuwan? Apakah (a) tingkat pendidikan; (b) IPK kelulusan; (c) status profesi akademik di perguruan tinggi; (d) jumlah artikel hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal-jurnal internasional; atau (e) hadiah nobel?

Namun, sebelum itu, otoritas apa yang berhak menentukan kriteria-kriteria keilmuwanan seseorang? Jangan jawab pemerintah. Karena sejauh ini, hipotesis KITA adalah menolak demokrasi dan pemerintah yang kita punya sejauh ini adalah pemerintah yang lahir dari mekanisme demokratis.

Ilmuwan? Asosiasi Ilmuwan? Ingat, KITA bahkan belum bisa memutuskan kriteria keilmuwanan seseorang!

(4) Karena pertanyaan (1) s.d. (3) terlalu sulit dijawab, bahkan oleh orang-orang yang menilai dirinya sendiri sebagai pintar dan pantas berdemokrasi, maka orang-orang yang menilai dirinya sendiri sebagai pintar dan pantas berdemokrasi ini, dalam rangka membentuk pemerintahan, harus menyisihkan orang-orang yang mereka anggap bodoh untuk berdemokrasi.

Pertanyaannya kini, bagaimana orang-orang yang menilai dirinya sendiri sebagai pintar ini menyisihkan orang-orang yang mereka anggap bodoh untuk berdemokrasi? Revolusi? Seberapa siap orang-orang yang menilai dirinya sendiri sebagai pintar ini melakukan revolusi?

(5) Jika orang-orang yang menilai dirinya sendiri sebagai pintar ini akhirnya nekat melakukan revolusi untuk membentuk pemerintahan (karena mereka tidak mungkin berdemokrasi dengan orang-orang yang mereka anggap bodoh), maka ini pertanyaan terakhir saya: Are you really smart, guys?

Baca juga:
Nanang Sunandar
Latest posts by Nanang Sunandar (see all)