Di Antara Peserta Pemilu 2019, Hanya Elektabilitas PDIP yang Cenderung Naik

Di Antara Peserta Pemilu 2019, Hanya Elektabilitas PDIP yang Cenderung Naik
©Kabar6

Nalar Politik – Temuan survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memperlihatkan, hanya elektabilitas PDIP yang relatif stabil bahkan cenderung naik daripada partai-partai politik peserta Pemilu 2019 lainnya.

“Tampaknya yang relatif stabil dukungannya adalah PDIP, bahkan ada kecenderungan mengalami kenaikan,” kata Manajer SMRC Saidiman Ahmad dalam rilis survei bertajuk Partai, Presiden, dan Gubernur: Pandangan Publik Jawa Barat secara virtual (15/2).

Terlihat bahwa di Pemilu 2019, suara PDIP mencapai 14,3 persen. Hari ini, dalam survei SMRC terbaru, Februari 2022, elektabilitas PDIP meningkat menjadi 16 persen.

“Dibanding hasil Pemilu 2019, suara PDIP saat ini masih cukup stabil, sedangkan partai-partai lain cenderung menurun.”

Pada Gerindra misalnya, meski sama-sama bersaing ketat di posisi teratas untuk pilihan publik terhadap partai politik hari ini (simulasi semiterbuka), elektabilitasnya tampak menurun dari 17,6 persen di Pemilu 2019 menjadi 14,8 persen di survei SMRC 2022.

“Agak sulit kita menentukan mana yang lebih unggul di antara dua partai ini (PDIP dan Gerindra) karena di bawah margin of error selisihnya.”

Partai-partai lain pun demikian. PKS turun dari 13,3 persen menjadi 9,2 persen, Golkar 13,3 persen menjadi 8,1 persen, Demokrat 7,5 persen menjadi 5,9 persen.

PKB 7,9 persen menjadi 5,1 persen, PPP 4,6 persen menjadi 2,1 persen, NasDem 5 persen menjadi 2 persen, dan PAN 6,9 persen menjadi 0,4 persen.

Baca juga:

“Perlu kita catat di sini bahwa masih ada 32,7 persen warga yang belum menentukan pilihan atau belum menjawab partai mana yang akan mereka pilih ketika pemilu terlaksana sekarang.”

Survei SMRC ini berlangsung pada 5-8 Februari 2022. Meski lewat telepon karena masih pandemi, survei tetap mempertimbangkan aspek metodologis secara saksama.

“Kita menyesuaikan dengan kondisi yang sekarang menimpa Indonesia, yaitu bahwa kita ada di dalam pandemi Covid-19.”

Target populasi survei ini adalah warga Jawa Barat yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/seluler; sekitar 76 persen dari total populasi pemilih di Provinsi Jawa Barat.

SMRC memilih sampel sebanyak 801 responden secara acak melalui metode double sampling dan random digit dialing (RDD).

Margin of error survei kurang lebih 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 96 persen, asumsi simple random sampling.

Baca juga: