Dialog Bersama DPR RI, Ketua Ikama Sulbar: Keberagaman adalah Niscaya

Dialog Bersama DPR RI, Ketua Ikama Sulbar: Keberagaman adalah Niscaya
Ketua Ikama Sulbar Hairil Amri saat memberi sambutan dalam Talkshow dan Silaturahmi DPR RI - Ikama Sulbar Yogyakarta, Kamis (4/1/2018).

Nalar PolitikKetua Umum Ikatan Keluarga Mahasiswa Mandar Sulawesi Barat (Ikama Sulbar) Yogyakarta kembali menegaskan keberagaman adalah niscaya. Ini, baginya, adalah satu kemutlakan bangsa Indonesia.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam sambutannya saat membuka Talkshow & Silaturahmi bersama anggota DPR RI Komisi II, M Afzal Mahfuz SH, di Hotel Cailendra Extension, Yogyakarta, Kamis (4/1/2018).

“Dengan hadirnya agenda ini, kami (Pengurus Ikama Sulbar) mengharapkan kesepahaman bersama tentang realitas perbedaan yang ada. Bahwa keberagaman adalah niscaya, itu satu kemutlakan yang tidak bisa kita bantah,” ujar Ketua Ikama Sulbar Periode 2017-2019 ini.

Maka tak salah jika founding fathers negeri ini rumuskan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Baginya, pedoman bernegara ini tak lebih sebagai jalan bersama dalam realitas kemajemukan bangsa Indonesia.

Founding fathers kita sudah tepat menyusun itu. Pancasila ditempatkan sebagai jalan bersama di tengah kemajemukan bangsa yang berbhinneka tunggal ika. Nafas inilah yang harus senantiasa kita jadikan spirit dalam membangun bangsa juga daerah.”

Tak hanya bangsa Indonesia secara umum, Sulbar pun, menurut mahasiswa hukum UMY yang akrab disapa Idit ini, punya fakta heterogen yang demikian. Maka menjadi tepat jika dalam dialog bersama ini menghadirkan budayawan sekaligus antropolog Bustam Basir Maras untuk bicara heteroginitas masyarakat Sulbar secara umum.

Dan, hadirnya agenda dialog bersama ini, ia berharap, khususnya kepada mahasiswa yang bernaung di dalam Ikama Sulbar, bisa bicara banyak, tidak hanya soal perbedaan belaka di tubuh masyarakat, tapi juga arah pemetaan pembangunan Sulbar sebagai sarana mendulang kemajuan.

“Di Sulbar, heteroginitas masyarakatnya mesti menjadi spirit dalam memetakan pembangunan daerah. Kita harus sadar bahwa keberagaman di daerah kita bertitik tumpu pada tujuan satu untuk semua. Kita berbeda, tapi tetap punya misi yang harus sama dalam konteks pembangunan,” pungkasnya tegas.

___________________

Artikel Terkait:

    Redaksi

    Reporter Nalar Politik
    Redaksi
    Share!