Dialog Bersama Komisioner, Ikama Sulbar Optimis Menatap Demokrasi Tanah Mandar

Dialog Bersama Komisioner, Ikama Sulbar Optimis Menatap Demokrasi Tanah Mandar
Foto bersama KPU Sulbar dan Mamuju dengan Pengurus Ikama Sulbar Yogyakarta, Kamis, 22 Februari 2018.

Nalar PolitikKamis, 22 Februari 2018, Ikama Sulbar menggelar dialog bersama komisioner. Acara tersebut bertajuk “Menatap Domokrasi di Sulbar, Sekarang dan yang Akan Datang”.

Kegiatan tersebut merupakan agenda Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM), salah satu departemen yang ada dalam tubuh Ikama Sulbar. Pada kesempatan kali ini, pihak panitia menghadirkan dua pembicara, yakni Adi Arman Alimin selaku Komisioner KPU Provinsi Sulbar dan Hamdan Dangkang, S.Kom selaku Ketua KPU Kabupaten Mamuju.

Sebagai Ketua Panitia, M. Iqbal berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebagai momen untuk menambah ruang silaturrahmi. Pun wadah pendidikan politik mahasiswa Sulbar yang tengah menemupuh studi di Yogyakarta.

“Kegiatan ini adalah salah satu upaya dari departemen PSDM untuk mewadahi silaturrahmi gagasan antarmahasiswa Sulbar di Yogyakarta, khususnya mengenai persoalan politik dan demokrasi yang saat ini terjadi di daerah kita,” ungkap Iqbal dalam acara yang berlangsung di sekretariat Ikama Sulbar.

Sementara, Adi Arwan Alimin membuka dialog dengan penegasan bahwa dalam sejarah Mandar telah memberikan satu konsep kepemimpinan dan demokrasi.

“Dalam kearifan lokal di Sulbar menyebutkan bahwa paqbanua to lopi, nahkodai maraqdia. Jadi, dalam sistem politik di Mandar pada saat dulu telah menegaskan bahwa kedaulatan itu berada di tangan paqbanua (rakyat) dan pemimpin hanyalah nahkoda,” tegas Adi Arwan Alimin.

Hal ini, tambahanya, memberi konsekuensi bahwa seorang nahkoda (pemimpin /raja) dapat digantikan dalam setiap pelabuhan ataupun saat seorang nahkoda telah menenggelamkan kapal.

“Dalam konteks hari ini dapat ditafsirkan bahwa seorang pemimpin pada dasarnya hanyalah pelayan. Dan, jika pekerjaan seorang nahkoda tiidak beres, maka harus digantikan dengan yang lainnya,” sambungnya lebih anjut.

Sedangkan pada pembahasan mengenai indikator keberhasilan demokrasi, Hamdan Dangkang mengajak setiap elemen untuk ambil peran.

“Demokrasi mengharuskan perhatian kita pada dua poin penting, yaitu persaingan yang bebas sesuai dengan perundang-undangan dan partisipasi masyarakat. Kedua hal ini harus diupayakan oleh semua kalangan untuk memaksimalkan pemenuhannya agar demokrasi dapat dikatakan berhasil,” terang Hamdan Dangkang.

Dialog Bersama Komisioner, Ikama Sulbar Optimis Menatap Demokrasi Tanah Mandar

Pada akhir dialog bersama komisioner, Hairil Amri selaku Ketua Ikama Sulbar Yogyakarta memberikan tawaran solusi dari permasalahan penyalahgunaan hak suara masyarakat yang tidak berada di Sulbar yang sering muncul saat pesta demokrasi.

“Untuk menutupi potensi kecurangan dalam pesta demokrasi ke depan, kami meminta agar hak suara mahasiswa yang berada di luar pulau, khususnya di Yogyakarta, dapat terakomodir dalam momentum Pilgub, Pileg, hingga Pilkada,” ungkap Hairil Amri.

Jika perlu, kami akan membantu dengan menyiapkan database terkait jumlah mahasiswa Sulbar di Yogyakarta sebagai dasar untuk membuatkan TPS di tanah rantau,” imbuhnya.

Sebelum dialog bersama komisioner berakhir, Hairil Amri berharap agar pengupayaan pesta demokrasi di Sulbar menjadi lebih baik. Bahwa upaya tersebut harus menjadi tanggung jawab semua masyarakat tanpa kecuali.

“Saya berharap agar semua elemen masyarakat Sulbar ikut serta menyokong gerakan pemilih cerdas. Kita bangun Sulbar dari pemilih cerdas,” pungkasnya. (ra)

___________________

Artikel Terkait: