Dianggap Meresahkan, Masjid Muhammadiyah Diprotes Warga NU

Dianggap Meresahkan, Masjid Muhammadiyah Diprotes Warga NU
©RRI

Nalar Politik – Rencana pembangunan masjid Muhammadiyah di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur dianggap meresahkan oleh warga Nahdlatul Ulama setempat. Dibeberkan salah satu anggotanya, keresahan tersebut muncul lantaran tidak ada jemaah Muhammadiyah di wilayah itu sehingga pembangunan masjid selain masjid untuk jemaah NU dinilai kurang pas.

Penilaian tersebut pun berujung pada aksi protes ratusan warga NU. Mereka mendatangi Kantor Desa Sraten pada Kamis, 3 Juni 2021. Aksi ini turut diwarnai kericuhan dan memicu konflik.

“Pembangunan masjid Muhammadiyah, menurut kami, sangat meresahkan masyarakat Desa Sraten karena jemaah Nahdlatul Ulama di wilayah tersebut tidak menyetujui adanya pembangunan masjid Muhammadiyah,” kata Mohammadi Ali Saifudin seperti dikutip dari law-justice, Senin, 7 Juni 2021.

Kepala Desa Sraten, Arif Rahman Mulyadi, menyebut pemerintah desa setempat memfasilitasi agar persoalan tersebut tidak mencipta konflik di tengah masyarakat. Salah satu upayanya adalah memediasi pihak-pihak yang berkepentingan.

“Kita mengundang tokoh masyarakat, Ketua NU, dan Ketua Ranting Muhammadiyah Desa Sraten, serta Forum Pimpinan Kecamatan (untuk menyelesaikan masalah),” jelas Kades.

Hasil dari pertemuan atau mediasi itu, menurutnya, meminta agar panitia pembangunan masjid menyelesaikan administrasi sesuai undang-undang pemerintah. Sebagai hasil akhir, diketahui bahwa hal tersebut sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

“Kami meminta kepada panitia pembangunan masjid agar menyelesaikan administrasi pemerintah. Selagi izin mendirikan bangunan (IMB) belum diselesaikan, kami larang melakukan aktivitas atau kegiatan di lokasi pembangunan masjid tersebut,” pungkasnya.

Baca juga: