Digitalisasi Sekolah dan Tendensi Cacat Relasi Sosial

Digitalisasi Sekolah dan Tendensi Cacat Relasi Sosial
©Okezone

Kemajuan teknologi dunia industri modern menjadi penyokong utama jalanya proses digitalisasi sekolah.

Pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan dalam berbagai segmen kehidupan manusia, baik itu dalam tataran perubahan yang kecil, lambat dan bertahap maupun dalam tataran perubahan yang besar dan cepat dalam limit waktu yang singkat. Perubahan-perubahan yang terjadi memberi warna tersendiri terhadap laju mobilisasi kehidupan manusia. Ada yang bernuansa destruktif namun ada pula yang bernuansa konstruktif. Lebih dari itu, secara faktual, segala jenis perubahan yang terjadi linear dengan berbagai segmen kehidupan beragama, bermasyarakat, dan bernegara.

Implikasi yang dapat dilihat dan dirasakan dari pengaruh pandemi Covid-19 adalah perubahan dalam sistem pendidikan di seluruh dunia termaksud Indonesia sendiri. Penerapan peraturan berbasis protokol Covid-19 mengubah gaya pendidikan Indonesia, dari pendidikan berbasis langsung (tatap muka) menjadi pendidikan berbasis virtual (blended learning) (Janer Simarmata, 2019). Berbagai peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah memberi efek lanjut terhadap sistem pendidikan Indonesia, baik dalam lajur praktis maupun dalam muatan regulatif serta lingkungan (Lily Ulfia, IAIN Kendari.ac.id, 2020).

Perubahan penerapan pendidikan Indonesia bukanlah tanpa dasar. Landasan perkembangan teknologi yang makin mutakhir (era 4.0) mendorong Indonesia untuk ambil bagian dalam perkembangan dunia. Pendidikan Indonesia diharapkan mampu menghidupi sistem dunia dalam hal ini ikut tercebur dalam gempuran dunia teknologi.

Perkembangan wajah pendidikan Indonesia dalam basis teknologi merupakan gambaran dari penerapan pendidikan baru bersistem sekolah digital. Hal ini sejalan dengan program peningkatan mutu pendidikan Indonesia yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia 2021. Terobosan baru dalam dunia pendidikan ini menghendaki peningkatan kualitas pendidikan Indonesia dari waktu ke waktu dan menjadi salah satu cara me-leapfrog kualitas pendidikan Indonesia (Rahel Narda Chaterine, Kompas.com, 2021).

Pendekatan berbasis sistem sekolah digital semacam ini menghidupi partisipasi serta prestasi peserta didik untuk bertumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter. Kecerdasan berbasis teknologi menjadi indikator lain yang diharapkan dari penerapan sistem pendidikan baru ini. Di lain pihak adopsi sistem pendidikan seperti ini menjadi jawaban terhadap realitas pandemi Covid-19 yang melahirkan wajah dunia pendidikan yang makin dinamis.

Di samping itu, tanpa dimungkiri wajah destruktif turut memboncengi realitas kemajuan sistem pendidikan Indonesia. Gambaran digitalisasi virtual semacam menjadi candu bagi perkembangan peserta didik di Indonesia. Kontak sosial yang turut membangun dan membentuk karakter peserta didik berubah menjadi intraksi virtual. Tendensi kelekatan terhadap teknologi menjadi penyakit baru yang dialami oleh para peserta didik.

Sorotan penulis berkaitan dengan tendensi destruktif sistem digitalisasi pendidikan berpusat pada interksi sosial. Basis kemajuan pendidikan secara langsung melahirkan masalah baru dalam kehidupan manusia.

Gerakan Digitalisasi Pendidikan Indonesia di Era Revolusi 4.0

Revolusi Industri 4.0 merupakan upaya transformasi dengan mengintegrasikan dunia virtual online dan lini produksi industri, di mana semua proses industri berjalan dengan internet sebagai tonggak utama. Dilansir dari laman Forbes, revolusi industri generasi keempat bisa diartikan sebagai adanya ikut campur sebuah sistem cerdas dan otomatis dalam industri yang digerakkan melalui data teknologi machine learning dan Al.

Sistem cerdas revolusi Industri 4.0 merupakan perkembangan lanjutan yang lebih mutakhir terhadap komputerisasi 3.0 yang berkelanjutan. Dengan demikian, Revolusi Industri 4.0 menampilkan perkembangan dunia yang lebih virtual dalam jejaring yang lebih kompleks dan komprehensif.

Gerakan Revolusi Industri 4.0 berkembang hampir ke seluruh dunia. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang turut merasakan dampak dari perubahan dunia teknologi revolusi 4.0. Forbes 14 Mei 2019 mencantumkan negara Indonesia sebagai “macan ekonomi” digital atau mobile economy di Asia Tenggara dengan tinjauan mendasar pada banyaknya pengguna internet dan mobile phone serta ekosistem usaha digital Indonesia yang makin masif dan subur.

Data menampilkan bahwa pengguna internet Indonesia menghabiskan 206 menit sehari di media sosial dibandingkan dengan rata-rata global 124 menit. Di samping itu, laporan Google dan Temasek 2018 menyajikan ekonomi digital Indonesia tergolong fenomenal dengan basis penggunaan internet dan pertumbuhan bisnis tercepat rata-rata 49% per tahun (CAGR) (Arif Budimanta, 2020).

Berkaitan dengan Revolusi Industri tahap empat (The Fourth Industriual Revolution), perkembangan dalam sektor pendidikan sedang memasuki perubahan yang signifikan serta membawa pengaruh dalam kehidupan manusia. Kebijakan-kebijakan dalam sistem pendidikan modern yang telah dicanangkan dan diterapkan (digitalisasi sekolah) yang mana di dalamnya mencakup perkembangan ilmu pengetahuan, keterampilan-keterampilan khusus dan sistem kelembagaan pendidikan menjadi kunci pendorong bagi Indonesia untuk mampu beradaptasi dengan transformasi industri yang lebih masif dan komprehensif.

Sistem pendidikan berbasis digitalisasi telah menawarkan pendekatan yang lebih efektif dan efisien dengan peran penting agar civitas akademika, para dosen, mahasiswa-mahasiswi dan pelajar mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia dan bertumbuh dengan kulitas intelektual yang mapan, berkarakter dan berwawasan luas.

Belajar jarak jauh (belajar daring) merupakan bentuk dari penerapan digitalisasi sekolah, di samping menjadi salah satu solusi untuk menghindari mobilisasi virus Covid-19. Di mana realitas belajar jarak jauh menerapkan sistem digitalisasi sebagai buah dari kemajuan teknologi.

Jawaban dari gempuran revolusi industri 4.0 secara kontekstual dapat dilihat dalam penggunaan sistem pendidikan digital yang lebih mutakhir. Blended learning atau “kelas flipped” menjadi salah satu bentuk penerapan lanjutan terhadap gagasan digitalisasi pendidikan dunia modern.

Kemajuan teknologi dunia industri modern menjadi penyokong utama jalanya proses digitalisasi sekolah. Gambaran-gammbaran yang ada dari aktivitas pembelajaran daring memperlihatkan sebuah iklim pendidikan yang kondusif di samping realitas dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang masih berkembang, namun tanpa disangkal bahwa kemajuan teknologi tidak membuat negara Indonesia menjadi negara yang tertinggal atau hidup dalam konsep pendidikan lama.

Indonesia sendiri dalam perkembangannya di tengah dunia modern harus berusaha keluar dari cangkang “primitif” dan bergerak menuju sistem baru yang lebih maju, efektif dan tepat guna.

Tendensi Cacat Relasi Sosial

Perkembangan teknologi membawa pengaruh tersendiri bagi kehidupan manusia. Dampak teknologi yang makin masif menggempur segala sisi kehidupan manusia, baik itu segmen sosial, ekonomi, politik, agama dan budaya. Takaran dari masing-masing pengaruhnya dapat dilihat dan dirasakan lewat dan melalui ukuran efek yang diberikan. Teknologi digitalisasi dalam hal ini penggunaan internet sebagai media pembelajaran memberi pengeruh tersendiri dalam dunia pendidikan.

Secara garis besar dapat dikatakan bahwa kemajuan dunia teknologi memiliki andil yang sangat besar terhadap kemajuan dunia pendidikan di era post modern. Teknologi yang mutakhir memberi layanan yang serba guna bagi proses pertumbuhan pendidikan Indonesia, di mana dalam dan melalui jejaringan pendidikan makin mudah dijangkau oleh semua orang. Tujuan pendidikan bangsa Indonsia dalam hal ini mencerdasakan kehidupan bangsa secara perlahan-lahan mulai terwujud serta bertumbuh searah dengan kemajuan zaman.

Di lain pihak gambaran pengaruh negatif dari perkembangan sistem digitalisasi pendidikan (penerapan pembelajaran daring) menampilkan cacat dalam kemajuan IPTEK. Realitas cacat sosial tampak dalam penggunaan teknologi modern yang makin masif. Manusia dari hari ke hari seperti kecanduan teknologi yang menyababkan efek lanjut yakni sakit secara mental dan fisik sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan sisi kognitif dan karakter diri. Relasi virtual yang berkembang dalam penggunaan media daring yang intens dan masif melahirkan cacat komunikasi riil.

Bertolak dari hal ini, penggunaan media daring dalam pembelajaran kerap menimbulkan permasalahan tersendiri. Para peserta didik hidup dalam habitus digital sehingga tidak jarang perkembangan mental dan fisiknya terhambat. Berbagai permasalahan dalam lingkungan sosial seperti kecanduan penggunaan gadget, gangguan mental dan renggangnya relasi sosial dalam lingkungan kelurga dan masyarakat menjadi bukti dari dampak penggunaan teknologi yang sangat masif.

Tuntutan penggunaan teknologi memberi efek yang kurang kondusif bagi para peserta didik untuk bertumbuh sacara kreatif, mandiri dan inovatif. Gambaran relasi yang riil kini telah diganti dengan relasi virtual yang didominasi oleh unsur manipulasi dan hoaks. Tidak jarang bahwa unsur hoaks, penipuan atau manipulasi merambat sampai ke dalam dinia pendidikan Indonesia dewasa ini.

Wajah Baru Pendidikan Indonesia

Kemajuan zaman yang mengiringi pertumbuhan pendidikan Indonesia hendaknya berjalan seimbang. Arah perkembangan dunia yang makin modern mesti linear dengan perkembangan pendidikan di Indonesia.

Sistem pendidikan Indonesia berkembang sesuai tuntutan zaman namun tidak terlepas dari substansi tujuan mulia pendidikan Indonesia. Hal ini bertujuan agar negara Indonesia sendiri dalam mencerdaskan bangsanya tidak terlepas dari kemajuan dunia modern dan bertumbuh secara seimbang dalam kecakapan karakter diri dan kecerdasan intelektual.

Penerapan pembelajaran daring sebagai buah dari digitalisasi sekolah menjadi wajah baru dalam sistem pendidikan Indonesia. Digitalisasi sekolah harus memberi efek yang kondusif dan rekonstruktif bagi perkembangan diri peserta didik. Para peserta didik diharapkan untuk bertumbuh secara seimbang baik karakter diri maupun aspek kognitif dengan kecerdasan teknologi yang memadai.

Bertolak dari realitas yang ada hendaknya pembelajaran via daring menjadi sistem yang tampan dan tepat guna bagi para peserta didik untuk bertumbuh secara cerdas dan berkarakter di masa pendemi Covid-19 serta mampu menjaga pertumbuhan sistem pendidikan Indonesia yang makin maju.