Dinastokrasi Birokrasi dan Kekuasaan Oligarki

Dinastokrasi Birokrasi dan Kekuasaan Oligarki
Ilustrasi: Luwarso

Dinastokrasi kini merajalela!

Sistem demokrasi saat ini mengindikasikan bahwa sesempurna dan sesesuai apa pun suatu sistem pemerintahan, tetap akan ada suatu tantangan. Inilah yang bisa membuat sistem tersebut mengalami kemunduran atau kemajuan.

Sekiranya itu bisa menjadi titik tolak berpikir kita saat ini. Ketika demokrasi Indonesia ditantang untuk memilih di antara dua pilihan, yaitu memperjuangkan “hak politik” atau membiarkan “dinasti politik”.

Dua opsi di atas lahir dari dinamika demokrasi itu sendiri. Itu di saat Indonesia telah memberlakukan UU No. 1 Tahun 2014 dengan perubahan UU No. 8 Tahun 2015 yang mengatur tentang pemilihan kepala daerah gubernur, bupati/wali kota.

Amanah UU tersebut menjelaskan bahwa bagi calon kepala daerah yang memiliki ikatan darah dengan pejabat (petahana) yang sedang menjabat kepala daerah dalam satu wilayah administrasi dilarang atau tidak dapat menjadi peserta Pilkada tersebut (Pasal 7).

Jelas dalam UU ini bahwa demokrasi kita sangat tidak menghendaki dinasti politik alis yang cenderung akan melahirkan feodalisme dan oligarki. Hal ini pun akan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja masyarakat untuk menjadi kepala daerah tanpa takut dengan intervensi atau kekuasaan pejabat kepala daerah.

Selain itu pula, hal tersebut akan membuka selebar-lebarnya pintu keterlibatan masyarakat dalam membangun daerahnya tanpa dikungkung oleh oligarki politik atau “politik keluarga”. Inilah yang kemudian disebut sebagai dinastoraksi.

Namun persoalan ini menimbulkan masalah baru yang cukup substansif terkait dengan eksistensi demokrasi itu sendiri. Alih-alih ingin melepaskan belenggu oligarki dan dinasti, malah menimbulkan kontroversi jika dipandang dari perspektif hak politik individu yang ingin berpartisipasi.

Di lain sisi, ingin menghancurkan dinastokrasi, tetapi di satu pihak mengugurkan. Fenomena inilah yang membuat demokrasi sampai kepada titik kronisnya. Kronisme tersebut terlihat dari beberapa fakta yang menjadi kelakuan.