Duka Palestina

Duka Palestina
©Adara Relief International

Kau memberi hidup
Tapi mereka mencurinya
Rumah, air mata, dan cinta
Hingga nyawa dan reruntuhan
Pada bangunan-bangunan itu
Dengan keringat darah Palestina

Ah, kau tersiksa
belum mendapat harapan
Bersabarlah kau untuk hidup ini

Pada ragamu
Mereka menebar duka
Namun kau terluka
Hingga terbunuh berkali-kali
Tapi kau tak pernah mati
Mereka mengusik
Kau terbangun dengan air mata

Ah, sekali lagi aku merindukanmu
Tapi tak mampu menggenggam tanganmu

Sedang saudaramu
Menepi di antara kenyamanan sesaat
Mereka masih tertidur
Menatap segala air mata
Menatap segala nyawa
Namun tidak untuk bangun

Teruslah berjuang, ku yakin kau kuat
Menahan sakit dan derita yang panjang

Pesan Hujan Pagi Ini

Kini hujan menyapa penuh perhatian
Menyampaikan bermacam-macam pesan
Saat bertemu pagi

Aku yang masih mendekap sepi
Mencoba menafsirkan
Setiap desir di antara rinainya
Dengan mata terbuka
Bersama dada yang berharap
Ternyata ia sedang merindu
Dan mendekap ku pada kesejukan

Baca juga:

Gemulai suaranya
Terdengar ribut tuk melerai
Perebutan kepala dan dada
Untuk mendapatkan mimpi
Katanya aku harus kuat
Dan kembali mendekapnya

Sesekali hujan
Membelai kerinduan
Meyakinkan untuk terus bergembira
Namun aku belum kembali membalas
Sedang batin masih lelah
Beristirahat pada dunia renungan

Masih Berusaha

Jalan ku tak lagi mulus
Malam ku tak lagi berbintang
Bahkan siang tak lagi cerah

Di sini
Rona langit sedikit berbeda
Semuanya mewakili rasa
Setiap warnanya
Melambangkan betapa perihnya
Luka yang belum pulih

Aku mungkin tak akan kuat
Tapi inilah bagian terindah dalam hidup
Masih ku nikmati itu
Meski raga belum mampu
Sedang mimpi selalu jauh
Dan berbisik merayu
“Ayo, kau pasti bisa”

Mereka Yang Ku Sebut Pahlawan

Mengenang untuk takzim
Kini aku tak memberi
Segala hormat pada mereka yang gugur
Tapi pada mereka yang mulai berlalu
Di setiap cinta yang memakan usia

Banyak luka yang dirajut menjadi cinta
Menumpahkan air mata
Namun selalu siaga berdiri
Menentang maut demi senyuman mungil

Pahlawan itu
Ku panggil ayah dan ibu
Merekalah yang berhak menerima
Setiap penghormatan atas luka
Pada setiap hidup dalam kesederhanaan

Selamat hari pahlawan

Baca juga:
Fikram Guraci
Latest posts by Fikram Guraci (see all)