Duplikasi Jahiliah Modern Menampar Diri

Duplikasi Jahiliah Modern Menampar Diri
©Pesantren.ID

Duplikasi Jahiliah Modern Menampar Diri

Dalam era kontemporer dewasa ini, wajah dunia kerapkali ditampilkan sebagai sesuatu yang garang. Kita menyaksikan banyak potret perpecahan, kekerasan sosial, obsesi-obsesi, serta  keberagaman yang tidak bersanding dengan kasih sayang.

Manusia dan pucuk amarah, dipecundangi hasrat juga egonya yang tak terkendali terjadi begitu ugal-ugalan. hal ini disebabkan keterbelakangan, kebodohan, pendidikan, kemiskinan, dan dependensi ekonomi.

Perempuan mendesak perlindungan. Berita mengenai pembunuhan perempuan makin marak terjadi, dalam dua pekan terakhir.

Di bulan Mei 2024, tercatat kurang lebih sepuluh kasus pembunuhan yang menyita perhatian publik. Satu di antaranya yakni pembunuhan “wanita dalam koper” di Bekasi. Seorang wanita berinisial (RM) dibunuh oleh rekan kerjanya pria berinisial AARN, berdasar pada penyelidikan. Polisi menemukan petunjuk bahwa sehari sebelum jasad korban ditemukan.

Korban dan pelaku sempat pergi ke sebuah hotel, dalam rekaman CCTV menujukkan korban dan pelaku masuk ke dalam kamar hotel di kamar 121 dan tidak keluar kembali berdua. Yang keluar hanya tersangka dan sebuah koper.

Pembunuhan bermula ketika pelaku mendatangi kantor korban kemudian berbincang-bincang lalu mengajak korban bertemu di luar kantor. Keduanya pun meninggalkan kantor secara terpisah.

Setelah itu, tidak jauh jarak dari kantor, mereka bertemu mengendarai kendaraan roda dua milik korban menuju ke hotel. Di hotel tersebut keduanya melakukan hubugan badan layaknya sepasang suami istri.

Baca juga:

Setelahnya, korban meminta pertanggung jawaban untuk menikahi dirinya. Saat itu, pelaku menolak menikahi korban hingga korban mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati pelaku sampai akhirnya terjadi pembunuhan.

Tak sampai di situ, setelah melakukan pembunuhan, jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam koper dan dibuang di pinggir jalan Kalimalang. Beberapa informasi yang tersebar juga mengatakan bahwa tersangka ini butuh dana untuk melaksanakan resepsi pernikannya sehingga berniat untuk menguasai uang perusahaan yang dipegang korban.

Contoh peristiwa lain dari perempuan mendesak perlindungan, yakni pada Selasa, 21 Mei 2024 ramai di linimasa sosial media seorang ibu berinisial NKD di Jakarta timur berusia 46 tahun tega membiarkan dan merekam anak perempuannya berinisial RH 16 tahun bersetubuh dengan kekasihnya hingga hamil.

Setelah hamil, ibu ini kemudian menyuruh untuk menggugurkan bayi yang dikandung anaknya dengan mencekoki nanas, air kelapa, dan obat. Tetap lahiran di kamar mandi tetapi bayinya meninggal dunia.

Polisi menyebutkan bahwa ibu ini merekam hubungan badan anak dan kekasihnya untuk kepuasan sendiri lantaran menyukai kekasih anaknya.

Hawa nafsu mendeklarasikan kemenangannya. Perkembangan karakter manusia jelas tampak makin menyeramkan dan mengandung bala. Peradaban yang didamba mengarah pada masa kecemasan karena kerusakan kualitas dan sifat laten manusia-manusianya yang lalu berimbas pada kelumpuhan kesejahteraan sosial.

Kekeliruan kehidupan kita yang berada dalam rumah adalah menjadikan anak-anak asing bagi dirinya sendiri yang pada akhirnya mereka tumbuh menjadi orang asing satu sama lain kemudian berakhir mendewasa dengan memelihara antagonisme sebab banyak dari orang tua yang memiliki bekal pengasuhan tidak bertanggung jawab karena mempunyai anak di saat mereka sebenarnya belum siap.

Lebih buruknya lagi petaka ini diwarisi dari generasi ke generasi. Faktor biologi dalam hal riwayat keluarga, individu yang memiliki keturunan penyakit mental lebih besar kemungkinan akan mendapat penyakit yang serupa.

Baca juga:

Lalu, hal fundamental yang lain adalah beragam kesulitan yang menghadang kehidupan emosional kaum muda. Contoh sederhananya dalam lingkungan sekolah kita akan menjadi idaman jika memiliki nilai yang tinggi atau menjadi peringkat satu menjadikan peserta didik pelit berbagi ilmu dengan peserta didik yang lain sebab mereka masing-masing mengejar angka bukan ilmu yang diserap dari sebuah mata pelajaran.

Di dalam sekolah kita terlalu meyakini bahwa semuanya harus tertarik pada hal yang sama dan waktu yang sama. Inisiatif dan ekspresi diri adalah tabu. Hasilnya, generasi yang ada menjadi dangkal, tidak tajam pikiran dan akalnya sehingga tidak mampu mengambil keputusan yang tepat di masa mendatang.

Maka dari itu tujuan utama dari sekolah yakni pengembangan individu melalui pengetahuan sehingga menjadi makhluk sosial yang ramah dan untuk mewujudkan diri dalam pembauran yang harmonis dengan masyarakat.

Sudah cukup lama kita juga didiktekan bahwa ketika beranjak dewasa untuk bernilai di mata manusia lain kita harus mapan dan rupawan. Tidak peduli dengan cara apa menggapainya sehingga moral yang baik seakan-akan dilupakan semua penyebabnya karena sifat material.

Budaya masyarakat yang kerap memberikan tekanan hidup kepada seseorang akan menyebabkan banyak individu tertekan, merasa stres dan depresi sehingga dengan mudah mengambil keputusan yang salah disebabkan memiliki pengalaman hidup yang negatif.

Manusia patutnya belajar bertoleransi dan saling mengapresiasi, berpikir secara bijaksana serta belajar mengelola emosi yang stabil guna membangun hubungan sosial yang hangat dan akrab dengan orang lain. Akal budi yang kaya dan jiwa yang baik sangat diperlukan kehidupan.

Andi Dhea Firdayana
Latest posts by Andi Dhea Firdayana (see all)